Pembangunan Jalan Khusus Batubara di Lahat, Penghubung Ekonomi dan Upaya Mengurangi Pencemaran Udara
--
Lahat, SUMATERAEKSPRES.ID - PT Levi Bersaudara Abadi telah resmi membangun jalan khusus pengangkutan batubara sepanjang 26,4 kilometer yang menghubungkan titik nol hingga KM107 jalan servo lintas raya di kawasan Merapi, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Proyek ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi perusahaan, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Bangga, SRIWIJAYA EXPO 2025 Jadi Etalase Kriya Dan Kuliner Sumsel
BACA JUGA:Hj Sulaiha S.Sos Resmi Pimpin APJI Sumsel 2025-2030, Siap Perluas Program Makan Bergizi Gratis
Peresmian jalan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Sumsel H Herman Deru, beserta Forkompimda Sumsel. Hadir pula Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih SH MH dan Forkompimda Lahat.
Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyambut baik pembukaan proyek ini. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa jalan nasional yang menghubungkan Lahat dan Palembang sudah berusia tua dan sering kali rusak akibat beban angkutan batu bara. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi proyek ini.
“Dengan adanya jalan khusus ini, kami berharap dapat mengurangi beban jalan negara dan memperbaiki kondisi infrastruktur kami.
Ini juga akan sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat,” ujarnya.
Target penyelesaian jalan khusus angkutan batubara harus selesai pada bulan Desember 2025 sehingga dapat mulai digunakan pada bulan Januari 2026.
Sebelumnya, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, SH MH mengungkapkan bahwa akses jalan houling di wilayah Merapi Area segera selesai dan berfungsi dengan baik.
Untuk mengurangi kemacetan dan debu yang selama ini mengganggu masyarakat di Jalinsum.
Rencananya, seluruh kendaraan batubara akan diarahkan melalui pintu di Desa Muara Maung. Proyek pembangunan jalan ini dibiayai oleh pihak ketiga yang berperan sebagai investor, dalam hal ini PT Lepi Bersaudara Abadi.
Gubernur Sumsel H Herman Deru mengungkapkan, bahwa langkah ini merupakan upaya untuk mengatasi masalah pencemaran udara yang selama ini menjadi keluhan warga di sekitar kawasan Merapi.
Dalam pidatonya, Deru menekankan pentingnya menjaga kualitas udara yang semakin memburuk akibat kegiatan pengangkutan batubara yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik. Masih melalui jalan umum.
