Dorong Kemajuan Wisata Alam, Pasang Panel Surya dan Penguat Sinyal
PENGABDIAN: Pembangunan berbasis teknologi dilakukan Polsri di daerah tertinggal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.- FOTO: IST-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) terus mendorong pembangunan berbasis teknologi di daerah tertinggal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini digelar di Objek Wisata Curug Papat, Dusun 2 Talang Sumpel, Desa Kayu Manis Sumpal, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Mengusung tema “Pengembangan Teknologi pada Objek Wisata Curug Papat” kegiatan ini berlangsung pada 1–3 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan gebrakan nyata dalam bentuk pemasangan alat penguat sinyal jaringan seluler dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Dua teknologi ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan wisata Curug Papat yang selama ini terkendala akses jaringan dan energi listrik.
Dosen pembimbing Ir Alan Novi Tompunu ST MT Asean Eng Apec Eng mengapresiasi semangat mahasiswa dalam menjalankan misi sosial teknologi ini. “Kami berharap kegiatan pengabdian seperti ini bisa terus dilakukan di berbagai objek wisata lainnya. Selain memberi manfaat langsung, ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi akademisi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Dengan medan yang cukup menantang, proses pemasangan alat tidaklah mudah. Mahasiswa harus membawa perangkat melalui jalur setapak menembus alam, Inisiatif ini disambut hangat masyarakat yang berharap akan peningkatan fasilitas pendukung wisata. Tidak sedikit warga yang optimis langkah ini bisa menarik lebih banyak wisatawan, sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi desa.
BACA JUGA:Menyusuri 26 Tempat Wisata Alam Sumsel Penuh Pesona Hijau Sejuk Mistik dan Sejarah Budaya
BACA JUGA:21 Tempat Wisata Alam Paling Ikonik di Sumsel 2025:Tak Hanya Indah, Tapi Juga Sakral
Kepala Desa Kayu Manis, Sumpal, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap ke depan akan lebih banyak perguruan tinggi yang menjadikan desa mereka sebagai mitra pembangunan. “Kami terbuka untuk semua bentuk kolaborasi. Potensi Curug Papat ini besar, tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama,” ujarnya.
Selain pemasangan alat, kegiatan ini juga diisi dengan sesi edukasi singkat pada pengelola wisata terkait penggunaan dan perawatan perangkat yang telah dipasang, agar manfaatnya bisa berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang pembelajaran lapangan bagi mahasiswa Polsri, untuk menerapkan ilmu secara nyata di masyarakat.
Dengan dukungan berkelanjutan, Curug Papat diyakini bisa menjadi salah satu destinasi unggulan di Bengkulu yang ramah teknologi dan tetap menjaga kearifan lokal. Langkah awal sudah dimulai, tinggal bagaimana keberlanjutan dan kolaborasi lintas sektor dapat dijaga.
Kegiatan ini melibatkan langsung para dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknik Komputer Polsri, serta disambut antusias oleh pihak pengelola wisata. Serah terima alat dilakukan perwakilan mahasiswa Polsri, M Dzaky Darmawan dan Dhina Marisa Aminarthi pada Kepala Desa Kayu Manis Sumpal. Acara tersebut turut disaksikan oleh dosen pendamping dan pengelola Curug Papat yang diwakili oleh Roni dan Jeri. “Adanya penguat sinyal dan listrik dari panel surya, kami optimis Curug Papat bisa lebih dikenal, baik oleh wisatawan lokal maupun luar daerah. Ini jadi langkah awal penting,” ungkap Roni, pengelola Curug Papat.
