Monitoring Ketersediaan Stok dan Pangan
Monitoring Ketersediaan Stok dan Pangan-Foto: ist-
SUMATERA EKSPRES. ID - Untuk memastikan stabilnya harga pangan di pasaran, tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Provinsi Sumsel telah melakukan pemeriksaan pengecekan ke lapangan.
Monitoring harga pangan ini melibatkan tim dari Dinas Perdagangan Kota Palembang.
Kabid Stabilisasi dan Sarana Distribusi Perdagangan Disdag Kota Palembang Elsa Hanafi menyampaikan, dari Dinas Perdagangan Kota Palembang dilibatkan dalam pengecekan ke lapangan.
Karena ada dua pasar yang disidak berada di wilayah Kota Palembang," kata Elsa, dikonfirmasi, Rabu (23/7).
BACA JUGA:Bantuan Pangan Beras 20 Kg Disalurkan di Kelurahan Karya Baru, Warga Antusias dan Bersyukur
BACA JUGA:Inovasi Padi Rawa dari Unsri, Solusi Dual Toleran untuk Ketahanan Pangan Nasional
Disamping itu, kata dia, pihaknya juga ada alat ukur tera timbangan.
Jadi beras yang dicek di pasar, kata dia, dilakukan penimbangan untuk memastikan beratnya memang sesuai.
Ada dua kategori berat jenis beras yang dicek yakni
yang ukuran 5 kg dan 20 kg Ada merek Belida dan Topi Koki.
Ada dua lokasi pasar yang didatangi tim, yakni Pasar Km 5 dan juga Pasar Lemabang.
Juga mengecek stok beras di Gudang Bulog berlokasi di Kenten.
Sedangkan untuk produk yang diperiksa, menyasar kepada dua jenis komoditi yakni, beras dan juga minyak goreng MinyaKita.
Kedua komoditi ini dicek untuk kepastian stok tersedia cukup di pasaran.
Sebagai antisipasi dari terjadinya inflasi, untuk harga beras dipasar terbilang bervariasi, jenis premium pada kisaran harga Rp 14.000 hingga Rp 15.000/kg.
Sedangkan beras medium dijual dengan kisaran harga antara Rp 12.500 hingga Rp 13.500/kg.
