Perkuat Sinergi Kawal Infrastruktur Ketenagalistrikan, PLN dan Kodam II/Sriwijaya Teken Kerja Sama Teknis
KERJA SAMA: PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumbagsel dan Kodam II/Sriwijaya menandatangani Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKST). -FOTO: PLN FOR SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Selatan dan Kodam II/Sriwijaya menandatangani Perjanjian Kerja Sama Teknis (PKST). Terkait penguatan pembinaan teritorial dan pengamanan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sumatera Bagian Selatan.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Gatot Subroto Makodam II/Sriwijaya dan dihadiri langsung oleh Pangdam II / Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis MDA beserta jajaran dan General Manager PLN UIP Sumbagsel, Zaky Adikta serta SRM Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Sumbagsel, Dede Mairizal, Manager UPP Sumbagsel 1, Sani Arbi Wahyujati. Kerja sama ini sebagai wujud sinergi strategis antara PLN dan TNI dalam mendukung kedaulatan energi nasional.
Pangdam Ujang Darwis mengatakan, kesiapan jajarannya untuk mendukung PLN melalui pengamanan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. ‘’Atas nama Kodam II/Sriwijaya, saya mengucapkan terima kasih pada PLN atas kepercayaan terhadap kami dalam mengamankan objek vital nasional. Kami harap dengan kerja sama ini dapat membawa manfaat yang luas khususnya bagi kemajuan daerah dan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Ujang Darwis juga menuturkan bahwa PKST ini sejalan dengan peran TNI dalam membina wilayah teritorial. ‘’Kami memiliki tanggung jawab moral dalam pengamanan objek vital nasional. Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan menyangkut hajat hidup orang banyak karenanya kami siap mendukung dan turut andil dalam langkah strategis ini,” katanya.
BACA JUGA:Pemkab Muba Dorong Exit Tol Babat Supat, Wujud Dukung Infrastruktur dan Ekonomi Lokal
General Manager PLN UIP Sumbagsel, Zaky Adikta, mengatakan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sumbagsel merupakan bagian dari implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
“RUPTL PT PLN (Persero) adalah yang paling hijau dalam sejarah, dengan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 76% atau 52,9 GW dari total 69,5 GW,” pungkas Zaky.
Zaky menjelaskan, proyek strategis ini mencakup pembangunan pembangkit, transmisi dan gardu induk dengan total panjang jaringan mencapai 47.758 kilometer sirkit. “Keberhasilan pembangunan ini butuh lingkungan yang kondusif, termasuk pengamanan dari adanya potensi gangguan. Kolaborasi dengan TNI melalui Kodam II/Sriwijaya menjadi kunci atas kelancaran dalam pembangunan,” ujarnya yang mengapresiasi kesediaan dan dukungan penuh dari Pangdam II Sriwijaya beserta jajaran.
