Kenali Kista, Jangan Takut Berobat
SOSIALISASI: Dokter Kebidanan dan Onkologi RSMH Palembang, dr Irawan Sastradinata SpOG Subsp ONK MARS sosialisasikan kista, cara pencegahan dan penanganannya di Taman Edukasi RSUP Mohammad Hoesin.-foto: agustina/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Kista menjadi momok tersendiri khususnya bagi kaum wanita, karena umum nya akan dikaitkan dengan masalah kesuburan, bahkan bisa menyebabkan kematian atau sakit kronis yang parah. Lalu, apa sebenarnya kista ini. Seberapa berbahaya, dan seperti apa upaya pencegahan atau dapat penanganan sedini mungkin.
Dokter Kebidanan dan Onkologi RSMH Palembang, dr Irawan Sastradinata SpOG Subsp ONK MARS menyampaikan, Onkologi merupakan bagian dari cabang ilmu tentang tumor/benjolan, dan onkologi ini ada penyakit dalam, bedah, dan kebidanan. "Penyakit kebidanan yang paling umum diketahui orang awam, ada kista, miom, dan lain-lain," sampainya.
Banyak yang merasa ketakutan terlebih dulu ketika ada dapat hasil CT-Scan atapun USG ditemukan kista. "Perlu kita ketahui bahwa kista ini hanya nama dari suatu bentuk benjolan yang berisi cairan dan ada kantongnya. Kista ini ada di hati, ginjal, ovarium bahkan payudara. Ada di mana-mana," terangnya.
Yang perlu diperhatikan sifatnya, kista ada yang membahayakan dan ada yang tidak membahayakan. "Maka jangan takut dulu, sehingga akhirnya takut bertanya dan takut berobat. Ini yang tidak boleh. Kalau ada kista, harus diketahui dulu jenis yang berbahaya atau tidak," ujarnya.
BACA JUGA:WAJIB TAU, Ini Sederet Makanan Penyebab Kista Ovarium!
BACA JUGA:Jangan Abaikan, Yuk Kenali 6 Tanda Kista yang Perlu Diwaspadai Wanita!
Dalam istilah medis, kista non-neoplastik yang tidak memiliki sifat seperti tumor (tidak berbahaya, red). Biasanya disebakan bisa jadi gangguan hormon, ovulasi, dan lainnya. Bisa hilang timbul tanpa diobati. Tapi jika neoplastik, ini memiliki sifat seperti tumor.
Kista neoplastik kalau dibedah bentuknya seperti sarang tawon, tidak mulus, dan besar. Di dalamnya tidak bening, pembuluh darahnya banyak. "Seberapa berbahayanya? Kista dapat menyebabkan kematian dalam sebulan sampai beberapa tahun. Artinya ada yang sangat berbahaya," beber dia.
Tapi kebanyakan kista yang ditemukan lebih banyak tergolong tidak berbahaya dari pada yang berbahaya. "Kalaupun sifatnya berbahaya atau neoplastik, dibedakan lagi ada jinak dan ada yang ganas,” imbuhnya.
Untuk kista non-neoplastik yang tidak berbahaya, pernah sampai ada yang ukurannya sangat besar. “Yang pernah kita angkat beratnya sampai 40 kg, tetapi tidak berbahaya. Usai diangkat pasien sehat kembali. Beda lagi kalau neoplastik walaupun ukuran hanya sebesar telur puyuh, sifatnya tetap berbahaya," jelasnya.
Maka paling penting untuk cepat dikenali secara dini. Persoalannya, tidak semua kista menimbulkan gejala. "Caranya, kenali perubahan diri sendiri. Seperti siklus menstruasi, rasa tidak nyaman, rasa sakit tidak biasa. Kalau ada yang berubah dirasakan dalam diri, maka pastikan dulu cek dengan USG," pungkasnya.
Di Indonesia kebanyakan kasus kista ditangani sudah dalam stadium akhir atau terlambat untuk diobati karena memang tidak memiliki gejala. (tin)
