Gunung Rinjani: Mahakarya Alam yang Menyentuh Langit dan Jiwa
Nathan (14) taklukkan puncak Rinjani via Sembalun bareng orang tua, turun lewat jalur Torean. Foto: ist/Sinta K.--
SUMATERAEKSPRES.ID - Llangit belum sepenuhnya terang ketika langkah kaki menjejak kerikil di jalur Sembalun. Embun menyapa wajah, dan suara alam mulai membisikkan cerita. Di kejauhan, siluet megah Rinjani berdiri tenang—seolah menunggu siapa pun yang siap menyelami keagungannya.
Gunung Rinjani bukan sekadar destinasi pendakian. Ia adalah mahakarya alam dan spiritualitas, tempat di mana langit, tanah, dan jiwa bertemu dalam satu pengalaman tak terlupakan.
Dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, Rinjani menjadi gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia. Tapi lebih dari sekadar angka, ia adalah rumah bagi Danau Segara Anak sebuah kaldera biru kehijauan yang tenang, cocok untuk para pencari spot mancing dengan virus paling indah.dengan pemandangan Gunung Barujari menjulang di tengahnya, sesekali mengepulkan asap dari dapur magma yang tak pernah padam.
Ada beberapa Pilih Jalur, Rasakan Petualangannya
Setiap jalur pendakian ke Rinjani punya cerita sendiri:
BACA JUGA:5 Rekomendasi Mobil Bekas Terbaik 2025 Murah Berkualitas dan Tahan Lama!
BACA JUGA:Tugas Numpuk dan Susah Tidur? Bisa Jadi Jurusan Kuliahmu Termasuk 11 yang Paling Menguras Mental Ini
Sembalun membawa pendaki melewati savana luas dan tanjakan pasir yang legendaris.
Senaru menyuguhkan hutan tropis yang rimbun dan sejuk—favorit para pemula.
Torean, ekstrem dan liar, disebut-sebut sebagai jalur “Jurassic World” karena keindahannya yang liar dan primitif.
Jalur-jalur seperti Aik Berik, Timbanuh, dan Tete Batu cocok bagi jiwa-jiwa petualang yang ingin menjauh dari keramaian.
Lebih dari Sekadar Pendakian
Di balik keindahan lanskapnya, Rinjani menyimpan makna spiritual mendalam bagi masyarakat Sasak dan Bali yang menganggapnya sebagai gunung suci. Setiap tahun, ritual keagamaan dilakukan di pinggir Danau Segara Anak—menghormati alam, leluhur, dan kekuatan yang lebih besar dari manusia.
Selama tahun 2024, Rinjani mencatat 93.796 pendaki dari seluruh dunia. Tak hanya mencari puncak, mereka datang untuk:
