Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Pasca Ambruknya Jembatan di Lahat, Jembatan Komering OKU Timur Diberi Batasan Beban Maksimal

Setelah Jembatan Muara Lawai ambruk, kini Jembatan Komering OKU Timur pasang peringatan: Maksimal 50 Ton per lajur! Langkah antisipatif agar sejarah tak terulang. Foto:Kholid/Sumateraekspres.id--

OKU TIMUR, SUMATERAEKSPRES.ID – Paska runtuhnya Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat yang mengguncang perhatian publik, kini perhatian serupa diarahkan ke Jembatan Komering yang membentang di Jalur Lintas Tengah Sumatera, tepatnya di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Martapura, OKU Timur.

Mulai pekan ini, pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut akan disambut dengan papan peringatan tegas: batas maksimal beban 50 ton per lajur.

Respons Cepat Usai Insiden Jembatan Ambruk

Papan peringatan yang terpasang di kedua sisi jembatan ini bukanlah tindakan reaktif semata, melainkan bentuk antisipasi dini yang dilakukan oleh pihak Pengawas Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Sumbagsel.

BACA JUGA:Android Perketat Persaingan Kamera AI, Tantang Dominasi Google Pixel di 2024

BACA JUGA: Mau Jam Tangan Original, Keren, dan Murah? Toko Jam Gunung Mas Jawabannya!

Langkah ini muncul setelah meningkatnya kekhawatiran masyarakat, terlebih pasca ambruknya Jembatan Muara Lawai yang disebabkan oleh truk bermuatan berat yang melintas bersamaan.

Sebagai salah satu jalur vital penghubung antarwilayah di Sumatera Selatan, Jembatan Komering kini menanggung beban lalu lintas padat, khususnya dari truk pengangkut batu bara yang berasal dari Muara Enim menuju arah Lampung.

Warga Sambut Baik Pemasangan Rambu

Pantauan pada Senin, 7 Juli 2025, terlihat jelas spanduk bertuliskan peringatan seperti:

-    "PERHATIAN: BEBAN MAKSIMUM YANG MELEWATI JEMBATAN 50 T PER LAJUR"

 -   "KENDARAAN BERAT UNTUK MELINTAS BERGANTIAN DI ATAS JEMBATAN"

BACA JUGA: Hyundai Ioniq 2 Siap Guncang Pasar Mobil Listrik 2026, Tawarkan Fitur Premium dengan Harga Terjangkau

BACA JUGA:10 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Generasi Z Antara Passion, Teknologi, dan Masa Depan

Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Angga, warga Desa Tanjung Kemala yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku baru mengetahui peringatan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

    “Tapi saya rasa ini penting. Truk-truk batu bara lewat tiap hari. Kalau tidak dibatasi, bisa bahaya untuk pengendara lain,” ujarnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan