Inilah Contoh Jurnal Pembelajaran Modul 2 yang Sudah Lolos Validasi, Pelajari Yuk!
Contoh Jurnal Pembelajaran Modul 2 yang Sudah Lolos Validasi.-Ilustrasi: Sumateraekspres.id-
SUMATERAEKSPRES.ID - Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2025 kini telah memasuki tahapan penting, di mana seluruh peserta diwajibkan menyelesaikan jurnal pembelajaran untuk Modul 2 bertema Pembelajaran Sosial Emosional (PSE). Kegiatan ini dilakukan melalui platform resmi Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK).
Setelah menyelesaikan sejumlah aktivitas seperti latihan pemahaman, cerita reflektif, hingga post test, guru diminta untuk mengunggah jurnal sebagai bagian dari portofolio pembelajaran.
Modul ini menitikberatkan pada penguatan karakter dan kesejahteraan emosional murid di tengah tantangan pembelajaran masa kini.
Beberapa topik dalam Modul 2 mencakup urgensi kolaborasi berbasis kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning), prinsip dasar dan strategi pembelajaran sosial emosional, penerapan experiential learning, serta konsep school well-being.
BACA JUGA:Inilah Penyebab Jurnal Pembelajaran PPG Guru Tertentu Banyak Gagal Validasi, Peserta 2025 Wajib Tahu
BACA JUGA:Contoh Soal dan Kunci Jawaban Post Test Modul 2 PSE PPG Guru Tertentu 2025
Sebagai acuan praktis, berikut ini contoh implementasi nyata jurnal Modul 2 dari seorang guru Bahasa Indonesia untuk jenjang SD, yang bisa menjadi inspirasi guru lain dalam menyusun jurnal sesuai konteks mata pelajaran masing-masing.
Contoh Jurnal Modul 2 PPG 2025: Merancang Pembelajaran Sosial Emosional dalam Bahasa Indonesia Kelas IV SD
Judul Jurnal:
Desain Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) Bertema Guru sebagai Teladan dalam Materi Teks Narasi Bahasa Indonesia Kelas IV
BACA JUGA:Contoh Soal Modul 3 PPG Guru Tertentu 2025 Lengkap dengan Kunci Jawabannya
BACA JUGA:15 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pos Test PPA Umum PPG 2025, Panduan Terbaru untuk Guru
A. Latar Belakang
Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, dunia pendidikan Indonesia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan akademik dan pembentukan karakter murid.
Tujuan ini tidak hanya berpusat pada peningkatan kognitif semata, tetapi juga pada pengembangan aspek sosial dan emosional siswa secara menyeluruh.
