Hercules Rosario Marshal, Dari Lorong Tanah Abang ke Panggung Kekuasaan
Dari lorong gelap Tanah Abang ke panggung politik nasional! Hercules Rosario Marshal membuktikan bahwa masa lalu tak selamanya jadi penjara. Kini, ia berdiri di tengah politik. Foto:Dok/Sumateraekspres.id--
SUMATERAEKSPRES.ID – Di balik kerasnya aspal ibu kota, nama Hercules Rosario Marshal tetap hidup sebagai legenda urban yang sulit dipisahkan dari denyut Jakarta.
Lahir di tanah konflik, Timor Leste, Hercules menapaki jalan panjang dari pejuang pro-integrasi hingga menjadi aktor sosial-politik dengan pengaruh yang tak bisa diremehkan.
Di balik citra lamanya sebagai preman Tanah Abang, kini berdiri seorang tokoh yang membangun jalur baru melalui organisasi massa bernama Gerakan Rakyat Indonesia Baru (Grib).
BACA JUGA:WARNING! ‘Warga Sumatera Ribut dengan Anak Buah Hercules di Jakarta’, Ini Penyebabnya
Dari Perang Gerilya Menuju Hutan Beton Jakarta
Kisah Hercules tak lahir dari elite, melainkan dari gejolak konflik. Di masa Timor Timur bergolak, ia dikenal sebagai pejuang yang memilih integrasi bersama Indonesia.
Namun roda nasib membawanya ke Jakarta ke dunia keras Tanah Abang yang menjadikannya simbol dominasi jalanan.
Akhir 1980-an menjadi era kejayaannya. Dengan tangan besi dan loyalitas terstruktur, Hercules menguasai kawasan-kawasan vital seperti terminal, pasar, hingga proyek keamanan swasta.
Gaya kepemimpinannya mengadopsi disiplin militer tegas, hierarkis, dan penuh kendali.
BACA JUGA:Grib Jaya Berkomitmen Jaga Stabilitas Pilkada Palembang Tetap Kondusif
Terpeleset Hukum, Bangkit dengan Citra Baru
Seperti jalan penuh lubang, kehidupan Hercules tak selalu mulus. Ia berkali-kali harus berhadapan dengan jeruji besi akibat kasus-kasus hukum yang menyertainya.
Namun, setiap kali jatuh, ia kembali bangkit lebih matang dan lebih strategis.
Pasca kebebasannya, Hercules membentuk Grib, sebuah organisasi yang diklaim berpihak pada rakyat kecil.
