Puja Ritual hingga Yi Fo Jelang Hari Trisuci Waisak, Memupuk Kebersamaan, Sucikan Pikiran dan Hati
PUJA RITUAL : Umat Buddha melaksanakan Puja Ritual Waisak di Bukit Siguntang, kemarin (4/5) menjelang Hari Trisuci Waisak. Di sana mereka mengawali dengan ritual pradaksina atau berkeliling kawasan sembari membacakan varita dan sutera. Lalu mendengar pem-foto: adi/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - H-7 menjelang Hari Trisuci Waisak, ribuan umat Buddha di Provinsi Sumsel melakukan Puja Ritual Waisak di Bukit Siguntang, kemarin (4/5). Sambil membacakan varita dan sutera, mereka mendengarkan pembabaran dharma dari Bhiksu Sangha Agung Indonesia (Sagin).
Pemilihan Bukit Siguntang sebagai lokasi kegiatan ini karena memiliki nilai sejarah sekaligus sakral bagi umat Buddha terutama di masa Kerajaan Sriwijaya. Bahkan dipercaya, Bukit Siguntang menjadi salah satu situs pengajaran Agama Buddha di masa Kerajaan Sriwijaya dengan bukti penemuan arca Buddha di sana.
"Sejak berabad-abad silam terutama sekali pada masa Kerajaan Sriwijaya, Agama Buddha telah menjadi agama resmi dan tempat belajar serta pendidikannya ada di Nusantara hingga mancanegara. Nilai historis dan penemuan arca di Bukit Siguntang mempertegas keberadaan Agama Buddha di provinsi ini dan pentingnya Bukit Siguntang bagi umat Buddha," ungkap Ketua Majelis Budhayana Indonesia (MBI) Sumsel, Joni di sela-sela kegiatan.
Karena itu pihaknya memilih Bukit Siguntang sebagai lokasi Puja Ritual Waisak. Kegiatan diawali ritual pradaksina atau umat berkeliling kawasan Bukit Siguntang sembari membacakan varita dan sutera. Lalu ada pembabaran dharma dan khutbah dari Bhiksu Sagin mengenai nilai dan hikmah Waisak.

RITUAL YI FO : Prosesi mencurahkan air suci ke rupang atau patung bayi sang Buddha Gautama di Vihara Dharmakirti, Minggu (4/5).-foto: adi/sumeks-
"Kita bersyukur momen ini bisa dihadiri ribuan umat dari berbagai daerah di Sumsel. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari kegiatan ini untuk kehidupan kita ke depannya," tegasnya.
BACA JUGA:Ribuan Umat Padati Vihara Dharmakirti Rayakan Ritual Yi Fo, Momen Suci Hari Trisuci Waisak
BACA JUGA:Terbunuhnya Saputra Diduga Dipicu Dendam, Sepulang dari Masjid Dihabisi Waisak
Ketua MBI Kota Palembang, Sukartek mengungkapkan tujuan Puja Ritual ini tak lain untuk mempererat umat dari berbagai daerah di Sumsel. Paling penting memupuk semangat kebersamaan dan persatuan sekaligus tetap menjaga kerukunan antar umat beragama. Kegiatan ini juga sebagai bagian dan momentum umat meningkatkan semangat dan pemahaman terkait ajaran Buddha.
"Banyak pelajaran yang bisa kita petik, bagaimana hidup berdampingan dalam kedamaian dan tetap menjaga saling kebersamaan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan, serta menambah keimanan bagi umat ke depan," pungkasnya.
Selain di Bukit Siguntang, umat Buddha juga mengelar ritual Yi Fo atau mencurahkan air suci kepada rupang atau patung bayi sang Buddha Gautama di Vihara Dharmakirti, kemarin (4/5) atau sebelum puncak Hari Raya Waisak, 12 Mei mendatang. Kegiatan ini mengimplementasikan kesucian pikiran, hati dan tingkah laku dalam keseharian manusia.
"Sebagai tradisi yang sudah ada sejak ribuan tahun silam, satu pekan jelang Hari Trisuci Waisak, umat Buddha seluruh dunia melakukan Yi Fo. Ini dalam artian mencurahkan air suci ke rupang Buddha. Karena sejak Buddha Gautama dilahirkan dan diturunkan ke dunia, sudah menjadi Boddhisatva dan kelahirannya beriringan dengan tercurahnya air dari langit tadi ke bumi," ungkap Pembina Yayasan Budhakirti Palembang, Darwis Hidayat.
BACA JUGA:Perayaan Dhammasanti Waisak oleh Permabudhi Sumsel: Suasana Meriah dan Antusiasme Menggelora!
BACA JUGA:Peace Walk Tandai Penutupan Rangkaian Perayaan Waisak 2024
