Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Rela Kasbon Demi Bangun Jembatan, Dukung Swasembada Pangan, Desa Purwo Agung

LANCAR: Pemdes Purwo Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba mengambil langkah cepat untuk memperbaiki jembatan penghubung menuju jalan pertanian. Ini dilakukan untuk memperlancar aktifitas masyarakat desa. -Foto: Desa Purwo Agung for Sumeks/kris samiaji-

LALAN, SUMATERAEKSPRES.ID – Pada saat petani mau panen padi bulan Maret 2025 lalu, jembatan kayu penghubung jalan menuju lahan pertanian di Desa Purwo Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba roboh. Jika tak segera ditangani, kondisi ini akan menyulitkan petani mengangkut dan mengeluarkan hasil padinya untuk dijual.

Di sisi lain, anggaran dana desa belum turun padahal perbaikan jembatan ini mendesak. Atas inisiatif-nya, Kepala Desa Purwo Agung, M Teguh memilih kasbon material ke toko bangunan supaya pembangunan jembatan bisa dilakukan. “Anggarannya Rp105 juta, tapi karena dana desa belum cair hingga kini, saya minjam material dulu ke toko. Lalu kami bangunkan jembatan cor beton sebab mau dipakai petani mengangkut gabah,” bebernya.

Panjang jembatan itu kurang lebih 7 meter, lebar 2,5 meter, dengan pondasi cor beton besi 12. “Jembatan ini berada di Dusun 1 menuju lahan pertanian padi dan kebun sawit/kelapa. Di sana ada sekitar 104 hektare sawah padi dan kebun sawit. Kalau tak segera dibangun, petani tidak bisa lewat dan kebetulan saat itu mau panen raya,” katanya. Sekarang jembatan tersebut sudah selesai dan sering digunakan masyarakat pergi ke kebun atau sawah.

Keberadaan infrastruktur untuk pertanian ini juga demi mendukung program ketahanan pangan. “Total kita memiliki sekitar 300 hektare lahan padi, dengan produksi mencapai 6-7 ton GKG per hektar. Cuma memang baru IP100, IP200-nya itu jagung. Nah, tahun ini ada program peningkatan hasil panen padi dari Presiden RI, Prabowo Subianto.

BACA JUGA:Pemkab Lahat Bangun Irigasi Teknis 2026, Dimulai dari Pagar Jati untuk Wujudkan Swasembada Pangan

BACA JUGA:Bupati OKU Timur Tanam Padi Dukung Gerina, Targetkan Swasembada Pangan Satu Juta Ton

“Selain komoditas jagung yang ditanam pada musim kemarau, kita akan uji coba IP200 padi gadu mulai Mei-Juni nanti. Bibit padi dan alat-alat pertanian untuk oplah (optimasi lahan) dapat bantuan dari pemerintah. Ada 2 kelompok petani rencananya yang menggarap padi gadu di lahan kira kira seluas 350 hektare,” imbuhnya. Selama ini padi gadu belum dilakukan karena sistem pertanian di Desa Purwo Agung pasang surut tadah hujan.

Hanya beberapa desa yang mendapatkan program ini. “Purwo Agung termasuk salah satu desa basis produksi pertanian padi yang ada di Kecamatan Lalan,” tegasnya. Di sisi lain, tahun ini juga ada pembangunan jalan lorong dari dana aspirasi DPRD dan jalan desa. “Total ada enam lorong yang mau kita selesaikan jalannya. Masing-masing berada di RT 15, 5, 6, 12, dan 9,” lanjut M Teguh. Karena jalan lorong ini cukup banyak, kemungkinan dalam 4 tahun ke depan baru bisa tuntas pembangunan jalan lorong di Desa Purwo Agung. 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan