Ini Kata Polisi, soal Pecahnya Suspensi Udara Bus Miyor yang Kecelakaan Tunggal di Tol Kapal Betung
SUSPENSI UDARA: Salah satu jenis suspensi udara, yang terpasang pada bus premium keluaran Eropa.-foto: ist-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – PS Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel Kompol H Asep Supriyadi SH, sudah mengerahkan anggotanya mem-back up Satlantas Polres OKI, melakukan Olah TKP laka tunggal Bus PO Miyor di ruas Jalan Tol Kapal Betung, Km 358+800, Kamis pagi (10/4).
“Dari laporan anggota saya dan Kasat Lantas Polres OKI (AKP Oke Panji Wijaya), bus itu hilang kendali setelah mengalami pecah air suspension kanan belakang,” terang Asep, saat dihubungi Sumatera Ekspres, kemarin.
Bus dari Sumatera Barat tujuan Jakarta yang sebelumnya berada di lajur kiri, menjadi oleng ke lajur kanan. “Bus yang oleng ke kanan, menabrak beton pembatas tol. Bus hilang terpental ke lajur kiri lagi, baru terguling. Sempat terseret beberapa puluh meter,” beber Asep.
Sejumlah bus dan truk premium pabrikan Eropa, memang sudah banyak yang menggunakan air suspension atau suspensi udara, sebagai pengganti suspensi per daun. “Bentuknya seperti tabung atau balon, berisi udara,” tambahnya.
Pecahnya suspensi udara kanan belakang pada Bus PO Miyor BA 7015 JAU ini, disebut Asep bukan karena faktor kondisi jalan. ”Kondisi jalan tol itu bagus, tidak bergelombang. Jadi bukan faktor jalan, sementara diduga akibat kelalaian kurang perawatan atau pemeliharaan,” tegasnya.
Untuk diketahui, Bus PO Miyor BA 7015 JAU merupakan bus Mercedes Benz Ultimate Class. Pabrikan asal Jerman ini sudah mengadopsi penggunaan air suspension atau suspensi udara depan dan belakang, sebagai pengganti suspensi per daun.
Menggunakan mekanisme udara bertekanan lewat kompresor melalui katup solenoid dan terakhir menuju balon karet. Penggunaan suspensi udara dapat meredam guncangan, sehingga membuat perjalanan lebih nyaman dan mengurangi getaran.
Kelebihannya juga dapat menjaga ketinggian kendaraan yang optimal, menyesuaikan diri secara otomatis terhadap kondisi jalan, dan memberikan kualitas pengemudian yang halus dan konstan.
Suspensi udara jenis balon memiliki tingkat keempukan yang lebih mantap dibandingkan dengan air silinder. Biaya pemasangan suspensi udara pada bus atau truk ini, kisaran Rp80 juta hingga Rp120 juta. Sehingga hanya perusahaan-perusahaan bus premium yang memasang pada busnya.
