Berdakwah ke Desa-Desa, Kiai Marogan Susuri Sungai dengan Perahu
PENINGGALAN KIAI MAROGAN : Masjid Al Baro'ah di Desa Ulak Kerbau Lama merupakan salah satu masjid peninggalan yang dibangun oleh Kiai Marogan saat berdakwah di OI.-FOTO: ANDIKA/SUMEKS-
OGAN ILIR, SUMATERAEKSPRES.ID - Desa Ulak Kerbau Baru merupakan salah satu dari 241 desa yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Terletak di Kecamatan Tanjung Raja, 6 km ke arah barat dari ibu kota kecamatan dan 14 km ke arah timur dari ibu kota kabupaten.
Mempunyai luas wilayah ± 4,00 km², Desa Ulak Kerbau Baru terbagi menjadi 3 dusun yang dipimpin masing-masing kepala dusun.
BACA JUGA:Gagas Pendirian Islamic Centre Kiai Marogan
Menurut salah satu pemerhati sejarah budaya di Ogan Ilir, Hilwa Edot menjelaskan asal muasal nama desa ini memiliki arti tertentu.
"Nama Desa Ulak Kerbau berasal dari adanya pusaran air atau yang disebut ulak di sungai. Pusaran air yang sangat besar ini menimbulkan suara yang mirip dengan suara kerbau sehingga desa ini dinamai Desa Ulak Kerbau," ungkapnya.
Desa Ulak Kerbau Baru berasal dari kata ulak (pusaran air) dan kerbau (hewan ternak), maka penduduk masyarakat menamakan desa tersebut dengan nama Desa Ulak Kerbau.
Pada tahun 1968 Desa Ulak Kerbau pemekaran menjadi Desa Ulak Kerbau Lama dan Desa Ulak Kerbau Baru. Desa Ulak Kerbau Baru terletak di tepian Sungai Ogan dan di pinggiran Jalan Lintas Timur (antara Kota Kecamatan dengan Kota Kabupaten).
Sejarah panjang penyebaran ajaran agama Islam di desa ini tidak terlepas dari peran ulama besar dari Palembang.
Di Desa Ulak Kerbau Lama terdapat masjid yang menurut cerita dibangun oleh Kiai Marogan, yaitu Masjid Al-Baroah. Seperti diketahui bersama Kiai Marogan atau Ki-Marogan, nama aslinya Masagus Haji Abdul Hamid bin Masagus H Mahmud.
"Kiai Marogan merupakan ulama penyebar agama Islam di berbagai penjuru Sumatera Selatan, dan biasanya Kiai Marogan menggunakan perahu bersama muridnya menyusuri sungai untuk berdakwah sampai ke desa-desa," terangnya.
Diketahui bahwa Kiai Marogan meninggalkan beberapa bangunan masjid. Beberapa di antaranya yaitu Masjid Jami Muara Ogan di Kertapati Palembang dan masjid Lawang Kidul di Lima Ilir Palembang.
"Pembangunan kedua masjid ini dapat dibuktikan dengan adanya surat nazar munjas atau surat wakaf yang ditandatangani oleh Kiai Marogan langsung," ungkapnya.
Menurut cicit Kiai Marogan, Masagus Haji Abdul Karim Dung, selain dua masjid tadi Kiai Marogan juga membangun beberapa masjid lagi.
