Perjalanan Beskabean Coffee: Jatuh Bangun Usaha Kopi Binaan PTBA yang Kini Makin Eksis dan Punya 8 Cabang
Dari modal Rp 880 ribu jadi omzet ratusan juta! Ini kisah sukses Beskabean Coffee. Foto: beskabean coffe--
SUMATERAEKSPRES.ID- Menyeruput secangkir kopi hangat, sambil menikmati pemandangan Kota Palembang dari atas rooftop.
Jembatan Musi terlihat dari kejauhan. Diiringi musik yang lembut dan hembusan angin sepoi-sepoi. Senja tiba, lampu-lampu kota mulai menyala. Suasana itu bisa dinikmati dari sebuah kedai kopi berlantai tiga di Jalan Ratna, Palembang.
Beskabean Coffee, demikian nama kedai kopi di sebuah gang menanjak selebar dua meter pada sisi kiri Jalan Ratna. Cukup dengan uang sekitar Rp 20 ribu, secangkir kopi bisa dinikmati di sini.
Dari luar tak tampak keramaian, folding gate dan pintu berwarna hijau tertutup. Saat masuk ke Beskabean Coffee, aroma kopi langsung menyeruak.
BACA JUGA:Uji Kemampuan Menembak di Lapangan PTBA
BACA JUGA:PT Freeport dan PTBA Buka Lowongan Kerja dan Magang: Simak Formasinya
Interiornya didominasi kayu dengan pencahayaan lampu kuning. Para pengunjung bercengkerama di meja panjang, ditemani kopi tentunya. Buku-buku komik dan novel tersusun rapi di rak, bisa dibaca pengunjung.
Di balik secangkir kopi, ada cerita jatuh bangun Hendra Susanto sang pemilik Beskabean Coffee. Sebelum membangun bisnis, pria yang sekarang berusia 40 tahun ini bekerja sebagai quality control di perusahaan asing asal Thailand. Namun, penyakit radang paru-paru memaksanya berhenti bekerja.
Dari pesangon yang didapat usai resign, Hendra sempat membuat usaha media cetak bersama temannya. Sialnya, Hendra malah ditipu.
"Saat saya berhenti dari pekerjaan saya, dapat pesangon ratusan juta rupiah. Saya investasikan untuk berbisnis media cetak, tapi ternyata ditipu sama teman sendiri dan duitnya malah hilang," tutur Hendra.
BACA JUGA:Melanglang Buana sampai Amerika, Kisah Jumputan Karya Mitra Binaan Bukit Asam (PTBA)
BACA JUGA:Lowongan Magang di PTBA, Terima Fresh Graduate, Siswa SMA/SMK dan Mahasiswa Aktif
Hendra sempat terpukul. Untungnya dia memiliki keluarga yang tak henti-hentinya memberikan semangat.
Bermodal uang Rp 880 ribu dari celengan, Hendra mencoba menjalankan usaha jus kacang-kacangan yang diberi nama Berka Sari Kacang. Disingkat jadi Beska. Dari sini lah nama Beskabean berasal.
