Semua Wadah MBG Pakai Ompreng, Mulai 3 Februari, Seluruh Dapur Umum Butuh 75 Ribu Pieces

NIKMATI MBG : Siswa SD menikmati menu Makanan Bergizi Gratis yang diberikan. Saat ini wadah MBG sudah menggunakan ompreng stainless yang lebih ramah lingkungan.- Foto : KRIS SAMIAJI/SUMEKS -
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia Wilayah Sumatera Selatan (PPJI Sumsel) sebagai pengelola dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menambah jumlah ompreng stainless untuk memenuhi kebutuhan wadah paket MBG yang dibagikan ke sekolah-sekolah.
"Kami pastikan pada 3 Februari 2025, (penyaluran MBG) semua sudah full pakai ompreng," kata Ketua DPD PPJI Sumsel, Evie Hadenli kepada Sumatera Ekspres, kemarin. Dikatakan, penambahan jumlah ompreng sekitar 5 ribuan pieces. Semula terdata berjumlah 69.500 ompreng, namun setelah pengecekan ulang, wadah MBG untuk seluruh dapur umum di Sumsel itu di angka 75 ribuan.
Pendataan ompreng yang bertambah, juga karena jumlah penerima MBG dari sekolah ikut bertambah. "Jadi ada yang awal itu sekali distribusi setiap dapur umum itu sekitar 3 ribuan paket MBG, ternyata setelah berjalan menjadi 3.500 jumlahnya (penerima MBG). Tiap sekolah beda-beda jumlah siswanya," jelas dia.
Evie mengaku, pada awal pelaksanaan MBG sempat mengalami kelangkaan dan kesulitan kesediaan ompreng. Sebab seluruh wilayah di Indonesia memesan ompreng serentak. Sehingga program MBG di beberapa sekolah yang sudah berjalan sempat menggunakan wadah plastik untuk sajian MBG.
BACA JUGA:Sebar 407 Paket MBG ke SDN 180
BACA JUGA:MBG Tetap Berjalan Saat Ramadan, Siapkan Makanan yang Bisa Dibawa ke Rumah
Ke depan, kata dia, untuk pengiriman lanjutan dipastikan tidak ada masalah teknis yang serius."Karena kita setiap minggu melakukan evaluasi. Jika ada misal yang basi (menu MBG) juga pasti kita ganti," kata Evie. Menurutnya, PPJI Sumsel diberi kepercayaan sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) yang pertama di Sumsel. Selaku mitra BGN, PPJI Sumsel mendapat jatah 23 titik dapur dari jumlah keseluruhan 26 dapur yang ada di Sumsel.
"Rata-rata satu dapur itu ada 45 pekerja. Mereka yakni koki, packing, cleaning service, dan driver. Makanan selalu fresh, kita masak mulai jam 2 dini hari untuk nasi," katanya. Evi memastikan semua menu makanan yang disediakan kepada siswa selalu bervariasi dan sesuai standar harga. Satu menu makanan pun dibuat semenarik mungkin sehingga siswa bersemangat mengonsumsinya.
Dikatakan, menu makanan yang disediakan bervariasi dan sesuai standar harga. "Jumlah menu ini disesuaikan menurut pendidikan anak. Bila dari PAUD, TK, SD kelas 1-3 nilainya Rp 8 ribu, kelas 4,5,6 hingga SMP dan SMA di atas Rp10 ribu per porsi,” tegasnya.Menunya yang pasti ada ayam. Harga ini untuk biaya pembelian bahan makanan. Ada juga biaya sewa dapur, gaji karyawan, jadi biaya operasionalnya Rp10 ribu per porsi itu khusus bahan makanan. “Di dalamnya sudah lengkap, ada karbohidrat protein hewani, protein nabati sayur dan buah-buahan," ucapnya.
Sekretaris DPD PPJI Sumsel sekaligus Ketua Yayasan Vieki Indira Sriwijaya, Tri Yulia Rizki Ananda menambahkan kebutuhan kalori secara perhitungan gizi sudah sesuai kebutuhan. Dimana kebutuhan anak TK sendiri di angka 328 kkal dan anak SD kelas 1-3 di angka 368 kkal. Sementara kebutuhan anak SD kelas 4-6 di angka 530 kkal, anak SMP 719 kkal, dan anak SMK/SMA 762 kkal. “Kebutuhan makan siang mereka di angka 30-35persen dari kebutuhan harian. Ini semua sudah sesuai dengan kebutuhan baik energi, protein, lemak dan karbohidratnya," tandasnya.
BACA JUGA:Skema Makan Bergizi Gratis (MBG) Saat Ramadhan 2025, BGN Siapkan Makanan untuk Dibawa Pulang
BACA JUGA:Distribusi MBG 7 Daerah Mundur, Dari 20 Januari Menjadi 3 Februari
Salah satu wali murid SD Negeri 129 Palembang, Rahmi mengatakan adanya program MBG membuatnya sangat terbantu. Ibu dari murid kelas 2 ini mengaku sebelum ada program MBG, dirinya sering bingung menyiapkan bekal untuk anaknya sekolah.
"Sebenarnya repot juga menyiapkan makanan dan bekal anak untuk di bawa sekolah setiap hari. Kadang juga seadanya. Karena itu program ini saya harap terus berlanjut tanpa henti untuk pemenuhan gizi anak saya. Sebagai saran, makanan yang disajikan berbeda setiap hari karena anak-anak mudah bosen," ujarnya.