Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Seni Beladiri Tradisional Khas Sumsel

BELADIRI: Seni bela diri di Indonesia cukup beragam salah satunya Kuntau (atas) dan Pencak Silat.-foto: yudi/nisa/sumeks-

SUMSEL, SUMATERAEKSPRES.ID -  Salah satu seni beladiri tradisional Kuntau telah lama menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Melayu di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Di Tanah Air, kuntau berkembang di Sumatera dan Kalimantan, termasuk di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kuntau di Musi Banyuasin dahulu tidak hanya berfungsi sebagai seni beladiri, tetapi juga menjadi bagian adat dan tradisi. 

Kuntau kerap dipakai dalam penyambutan tamu kehormatan, prosesi pernikahan seperti "Maleteh" atau "Majang-majang," hingga pembuka jalan dalam arak-arakan pengantin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, Dr. Iskandar Syahriyanto, M.H., menegaskan pentingnya pelestarian seni tradisional ini. Sejak tahun 2000, pemerintah telah melakukan pendataan dan pembinaan agar kuntau tetap hidup di masyarakat. “Kami melibatkan seni beladiri kuntau dalam berbagai acara, seperti Pekan Kebudayaan Daerah, untuk memperkenalkannya kembali kepada masyarakat,” ujar Iskandar.

Pemerintah memberikan penghargaan kepada tokoh yang berdedikasi melestarikan kuntau. Dua guru kuntau asal Desa Lumpatan, Rusli Damai dan Muhammad Isa, menjadi contoh nyata. Meski telah lanjut usia, mereka tetap aktif mengajarkan seni beladiri ini kepada generasi muda di desa mereka.

BACA JUGA:Batik Khas Muara Enim, Keanekaragaman Motif dan Upaya Pelestarian Budaya Lokal

BACA JUGA:Tradisi Adat Pernikahan Unik di Indonesia: Menjaga Warisan Budaya Nusantara

Rusli Damai, yang telah belajar kuntau sejak tahun 1950-an, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap seni ini.“Saya berterima kasih kepada pemerintah atas upaya mereka membangkitkan kuntau. Semoga ke depan, seni ini bisa kembali berkembang di seluruh kecamatan di Musi Banyuasin,” tuturnya.

Ia berharap lebih banyak kegiatan masyarakat melibatkan kuntau, seperti di masa lalu. "Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, seni kuntau di Musi Banyuasin diharapkan kembali bersinar dan diwariskan kepada generasi mendatang," pungkasnya. 

Di Kabupaten Banyuasin ada seni bela diri tradisional yaitu Kuntau Sholihin."Itu bela diri tradisional Banyuasin,” kata Maidi, pelatih bela diri tradisional Kuntau Sholihin.

Ia menambahkan kuntau adalah istilah yang merujuk kepada seni bela diri di berbagai wilayah Pangkalan Balai, Banyuasin. 

"Kata ini berasal dari bahasa Hokkian, yaitu dialek Tionghoa yang umumnya digunakan oleh masyarakat Tionghoa,"jelasnya. 

Secara harfiah, kuntau bermakna "seni bela diri." Namun, makna dan gaya seni bela diri ini dapat bervariasi tergantung pada wilayah dan budaya tempat seni tersebut berkembang. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan