Harga Emas Masih Bertahan, Dampak Suku Bunga The Fed Tinggi

TRANSAKSI Suasana jual beli emas di Toko Emas Makmur Jaya, Palembang. -foto: neni/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Setelah sempat naik saat akhir pekan kemarin, harga emas kini kembali landai dan dua hari berturut-turut melandai. Harganyan pada Rabu, 15 Januari 2025, masih sama dengan harga pada Selasa 14 Januari 2025 yang dibandrol Rp8.270.000 per suku.
Awi pemilik Toko Emas Makmur Jaya, mengatakan, turunnya harga emas yang dijual dalam satuan suku juga dikuti naiknya harga emas yang dijual dalam satuan gram. "Harga emas per gram hari ini dibandrol Rp1.285.000 per gram atau sama dengan harga emas kemarin," jelasnya.
Dikatakan, harga itu adalah harga emas perhiasan dengan berat 6,7 gram untuk emas perhiasan kadar 22 karat atau 92 persen dan sudah termasuk harga upah di Toko Emas Makmur Jaya Palembang.
''Penyebab harga emas turun hari ini (kemarin, red) karena dampak suku bunga bank central Amerika atau The Fed yang lebih tinggi membuat emas investasi emas memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik,'' katanya.
Awi mengatakan, investor lebih memilih berinvestasi pada bank karena suku bunga naik. ''Selain itu lebih menjanjikan sehingga investasi emas kurang diminati saat ini," katanya.
Meski harga emas turun, tidak serta merta membuat peminat emas turun karena masyarakat selain banyak yang membeli emas juga ada juga yang menjualnya karena untuk kebutuhan. ''Peminat emas saat ini masih seimbang yakni 50 persen beli dan 50 persen jual," kata Awi.