Sumsel Ekspor Kopi Perdana
PENJELASAN: Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto saat memberikan penjelasan dalam Media Update Bincang Santai Bersama Wartawan di Kantor OJK Sumsel, akhir pecan lalu. -FOTO: DILA/SUMEKS -
PALEMBANG,,SUMATERAEKSPRES.ID - Potensi kopi di Sumsel sangat besar. Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) total produksi kopi nasional mencapai 774,96 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Sumsel menyumbang 211,68 ribu ton (26,85%), menjadikannya produsen terbesar. Posisi berikutnya ditempati Lampung dengan 116,28 ribu ton (14,68%) dan Sumatera Utara dengan 80,87 ribu ton (11,16%).
Namun sayang, dari data mayoritas kopi di Sumsel tidak dikenal sebaliknya nama Lampung terkenal. Bahkan ekspor melalui Lampung. Akibatnya kontribusi dan pendapatan daerah bagi Sumsel masih rendah. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel akan bersama seluruh lembaga terkait di Sumsel berupaya mengembalikan kejayaan kopi Sumsel.
BACA JUGA:Punya Perahu Besar Pembawa Keranda
BACA JUGA:Masjid Kapal, Mitos Gua Naga hingga Beduk Kayu Unglen
Salah satu langkah konkret adalah melaksanakan ekspor perdana kopi Sumsel ke luar negeri pada 20 Januari 2025 mendatang melalui Pelabuhan Boom Baru. “Pada 20 Januari nanti kita akan ekpsor kopi ke luar negeri melalui Pelabuhan Boom Baru,” kata Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, dalam acara Media Update Bincang Santai Bersama Wartawan di Kantor OJK Sumsel, akhir pecan lalu.
Dikatakan, pihaknya punya komitmen untuk memajukan komoditi di Sumsel termasuk kopi karena salah satu tugas utama OJK adalah memperluas akses keuangan, baik dari perbankan kepada petani maupun pihak lainnya. “Mengapa OJK Sumsel terlibat dalam inisiatif ini? Karena salah satu tugas utama OJK adalah memperluas akses keuangan, baik dari perbankan kepada petani maupun pihak lainnya,” ujarnya.
Arifin menjelaskan upaya mengembalikan kejayaan kopi Sumsel memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Sumsel. ‘’Melalui sinergi berbagai lembaga dalam ekspor perdana ini, hasilnya diharap-kan akan lebih optimal dan berkelanjutan,” paparnya.
OJK turut berperan aktif dalam keberhasilan ekspor kopi ini dengan memfasilitasi akses keuangan bagi para petani kopi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi yang dihasilkan. “Dengan adanya akses keuangan yang lebih luas, diharapkan petani dapat terlepas dari jeratan pinjaman online dan memperoleh harga jual yang lebih menguntungkan,” jelas Arifin.
Dikatakan, kopi Sumsel memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional. Dengan cita rasa khas dan kualitas yang terjamin, kopi Sumsel mampu bersaing dengan produk kopi dari negara lain. “Selain Malaysia, Sumsel juga telah menargetkan pasar Australia dengan rencana ekspor 8 kontainer kopi dalam waktu dekat,” terang Arifin.
Meskipun telah mencapai keberhasilan yang signifikan, pengembangan sektor perkopian di Sumatera Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti masalah kontinuitas pasokan. Namun, dengan dukungan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Arifin yakin tantangan tersebut dapat diatasi. “Ekspor kopi perdana ini menjadi bukti kopi Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan daerah dan bersaing di pasar global,” pungkasnya. (yun)