Ikhlas Melayani dari Perairan Paling Ujung Banyuasin, Bertahun Bongkar Celengan Buat Speedboat Ambulance Air
PERESMIAN: Kabag Log Polres Banyuasin Kompol H Hasanuddin SE, bersama Aipda Azzuhri, saat peresmian Speedboat Ambulance Air kepada Puskesdes Kuala Sugihan, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel.-FOTO: SATPOLAIRUD POLRES BANYUASIN-
BACA JUGA: Satpolairud Banyuasin Ringkus Pengedar Sabu di Perairan Sungsang. Ini BB yang Didapat
Jadi butuh sekitar 400 liter Pertamax lagi kalau mau berlayar ke Palembang. “Saya bilang kalau di sini ada jual Pertamax, saya akan belikan. Untuk bisa ke Palembang, butuh sekitar dua drum (400 liter),” jelas Azzuhri, kepada perempuan itu.
Azzuhri kala itu belum tahu, jika lawan bicaranya tersebut adalah bidan di Puskesdes Kuala Sugihan, Andi Diana Sari AMd MKeb. Bidan Andi Diana langsung terkejut. Sudah terpikirkan olehnya, mahalnya biaya membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax sebanyak itu.
Akhirnya Bidan Andi Diana pulang, menyerah mendengar butuh 400 liter Pertamax. Azzuhri dan dua ABK melanjutkan bersih-bersih kapal. Namun Azzuhri terngiang-ngiang, nasib keselamatan ibu-bayi yang hendak bersalin itu.
”Saya susul ke daratan, cari rumah pasien itu. Ketemu,” katanya. Beruntungnya Bidan Andi Diana menjelaskan, pendarahan pasien itu sudah berhenti. Bisa melahirkan dengan normal, ibu dan bayinya selamat.
"Alhamdulillah, ucap saya. Dari situ saya berpikir, kasihannya warga sini kalau ada kesusahan berobat, melahirkan, atau duka,” pikir Azzuhri. Berangkat dari pengalaman pertamanya bertugas di Desa Kuala Sugihan, Azzuhri berniat membantu masyarakat setempat.
Dia mulai menabung, menyisihkan gajinya ke dalam celengan. “Dari tahun 2021 menabung, celengan itu baru dibuka tahun 2025. Alhamdulillah bisa buat beli bahan-bahan buat kapal,” imbuhnya.
Mulai membeli kayu dan cat. Berguyur membangun speedboat lidah, dibantu masyarakat. ”Kebetulan saya ada mesin kapal, Yamaha 40 PK. Bekas, tapi kondisinya rusak. Bertahap saya perbaiki, habis biaya sekitar Rp9,3 juta,” tambahnya.
Tantangan lain datang dari internal rumah tangga Azzuhri. ”Istri saya sempat kesal. Buat makan dan sekolah anak di Palembang saja kekurangan, ini malah menabung buat speedboat untuk keperluan orang lain,” aku Azzuhri.
Dia terus berusaha mencoba meyakinkan sang istri, tentang niat baiknya. Entah penjelasannya itu diterima atau tidak oleh istrinya, Azzuhri berpikirnya yang penting tidak ribut dengan istri tercinta. Sesekali didiamkan istrinya, Azzuhri juga memilih diam.
”Tapi diam-diam juga, proses pembuatan speedboat terus berjalan di Desa Kuala Sugihan,” ucapnya tersenyum. Speedboat Ambulance Air itu pun akhirnya sudah ada bentuknya, meski belum sempurna. Masih banyak yang perlu dilengkapi.
Hingga akhirnya 31 Januari 2025, berlangsung sertijab Kasat Polairud Polres Banyuasin dari Iptu Jusrianto SH kepada Iptu Ammukminin SH, di Mapolres Banyuasin. ”Saya tidak bisa hadir, karena masih tugas di Pos Pangkalan Sandar Kuala Sugihan. Angkutan speedboat tidak ada saat itu,” ulasnya.
