Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Ikhlas Melayani dari Perairan Paling Ujung Banyuasin, Bertahun Bongkar Celengan Buat Speedboat Ambulance Air

PERESMIAN: Kabag Log Polres Banyuasin Kompol H Hasanuddin SE, bersama Aipda Azzuhri, saat peresmian Speedboat Ambulance Air kepada Puskesdes Kuala Sugihan, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel.-FOTO: SATPOLAIRUD POLRES BANYUASIN-

PALEMBANG,SUMATERAEKSPRES.ID – Desa Kuala Sugihan, Kecamatan Muara Sugihan, merupakan daerah perairan paling ujung Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Berbatasan langsung dengan Selat Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Sejauh mata memandang, hanya hamparan air. Bisa dihitung jari rumah panggung di tepian sungai, berdiri di antara pepohonan mangrove yang merupakan ciri khas ekosistem hutan bakau daerah pasang surut kawasan pesisir dan pantai.

Kapal-kapal kayu milik masyarakat, bersandar di tiang-tiang rumah panggung ataupun dermaga tradisional. Tak heran bila nelayan adalah mata pencaharian utama penduduk setempat, yang sebagian besar adalah pendatang dari Bugis.

Satu-satunya akses transportasi, hanya bisa dilalui melalui jalur perairan. Baik itu dari Desa Kuala Sugihan menuju Ibu Kota Kecamatan Muara Sugihan di Desa Tirta Harja, yang berjarak sekitar 46,2 kilo meter (km). 

Termasuk dari Desa Kuala Sugihan menuju Ibu Kota Kabupaten Banyuasin, di Pangkalan Balai yang jaraknya sejauh 185,7 km. Uniknya, justru masih lebih dekat sedikit menuju Ibu Kota Provinsi Sumsel di Palembang, sejauh sekitar 140,5 km.

BACA JUGA:WOW! Hadiahnya Mobil dan Umrah, Ayo Ikuti Jalan Sehat Sumatera Ekspres, Begini Cara Daftarnya

BACA JUGA:Mobil Toyota Calya Siap Dibawa Pulang bagi yang Beruntung, Hadiah Utama Jalan Sehat HUT Ke-30 Sumatera Ekspres

Namun jarak itu hanya yang tercatat garis lurus dari penelusuran melalui google maps. Pada kenyataannya di lapangan, bisa lebih jauh. Karena jalur perairan memutar mengikuti kondisi geografis daerah-daerah yang dilintasi.  

Bisa dibayangkan, bagaimana masyarakat di daerah terpencil dan setengah terisolir itu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan fasilitas yang layak dan lengkap. Rumah sakit di Kota Palembang, yang mau tidak mau jadi rujukan.

Dari Desa Kuala Sugihan menuju Dermaga 16 Ilir di bawah Jembatan Ampera, Palembang, ditempuh 4 jam perjalanan menumpang speedboat. ”Itupun tidak setiap saat ada speedboat berangkat Palembang,” ucap Aipda Azzuhri, anggota Satpolairud Polres Banyuasin

Selain memakan waktu yang lama, belum lagi ongkosnya juga tidak murah. Aipda Azzuhri ditempatkan sebagai Kepala Pos Pangkalan Sandar Kuala Sugihan, Juni 2021. ”Saya dan dua anggota lagi bersih-bersih kapal, baru saja tiba di pos pangkalan sandar,” kenangnya.

Tiba-tiba, mereka dihampiri seorang perempuan yang datang dengan tergesa-gesa. Perempuan itu bertanya, apakah kapal air polisi itu bisa dipinjam. Sebab katanya, ada pasien yang hendak melahirkan tapi terjadi pendarahan. Harus dibawa ke Palembang. 

“Saya langsung jawab bisa, tapi bahan bakarnya kurang,” jawab Azzuhri. Sebab yang dibawanya itu Kapal Patroli Cepat (KPC) 20215 jenis C2, kapal fiber dengan dua mesin masing-masing 150 PK. 

Mereka memang baru tiba di Pos Pangkalan Sandar Kuala Sugihan, dari dermaga Mako Satpolairud Polres Banyuasin. “Dari berangkat isi 500 liter, sampai Pos Pangkalan Sandar Desa Kuala Sugihan, bahan bakar tinggal sekitar 100 liter lagi,” jelasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan