Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Sweet But Deadly: Sugar The Silent Killer

Apt.Rafiqah Nur Viviani, S.Farm.,M.S.Farm; Novalia Amirah; Dewi Agustina; Rania Hafizah; Shalika Khairunisa; Intan Rezky; Mayzaluna Azzahra-Foto: ist-

Namun efeknya seperti kembang api: indah di awal, cepat padam. Setelahnya, datang rasa lesu, sulit fokus, dan suasana hati yang menurun, kondisi yang dikenal sebagai sugar crash. Lama-kelamaan, tubuh menjadi “ketagihan manis”, mencari kepuasan sementara setiap kali stres melanda.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), batas aman konsumsi gula bebas (free sugars) adalah tidak lebih dari 10% dari total energi harian, kira-kira 50 gram atau 12 sendok teh. Namun, untuk manfaat yang lebih besar, WHO bahkan menyarankan agar dikurangi hingga 5% saja, yaitu sekitar 25 gram per hari. Jumlah yang tampak kecil, tetapi efek kesehatannya luar biasa besar: risiko gigi berlubang menurun, berat badan lebih stabil, dan metabolisme tubuh tetap terjaga.

Sayangnya, banyak orang tanpa sadar melampaui batas ini. Satu kaleng minuman bersoda saja bisa mengandung 10 sendok teh gula. Tak heran jika obesitas, diabetes, dan penyakit hati berlemak kini menjadi wajah baru masalah kesehatan global. Namun, bukan berarti kita harus hidup tanpa manis sama sekali. Langkah sederhana seperti mengganti gula dengan stevia dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan kadar gula darah.

Edukasi, kesadaran, dan kebiasaan kecil seperti mengganti minuman manis dengan air putih atau membaca label gizi sebelum membeli produk, jauh lebih efektif daripada larangan yang bersifat ekstrem. Dengan sedikit pengetahuan dan perubahan gaya hidup, tubuh bisa menjadi lebih sehat, bugar, dan terbebas dari risiko penyakit akibat kelebihan gula.

Kuncinya ada pada kendali diri dan keseimbangan. Sebab tubuh kita seperti mesin yang butuh bahan bakar, tetapi tak boleh kebanjiran energi. Seperti kata pepatah bijak, “Sedikit manis membawa nikmat, terlalu banyak bisa membawa petaka.” Jadi, lain kali saat sendok gula hampir jatuh ke dalam cangkir, ingatlah: rasa manis itu bukan hanya soal lidah, melainkan juga soal masa depan tubuhmu. Pilihlah manis yang menyehatkan, bukan yang perlahan mengikis keseimbangan hidup.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan