UIN Raden Fatah Gelar Geprada Camp Nusantara 2025 di Palembang
Sabtu (25/10), kegiatan Gelanggang Pramuka dan Pemuda (Geprada) Camp Nusantara 2025 resmi dibuka,-Foto: Kris Samiaji-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID – Semangat kebersamaan dan nilai kepramukaan kembali menggema di Bumi Perkemahan Cadika Palembang. Sabtu (25/10), kegiatan Gelanggang Pramuka dan Pemuda (Geprada) Camp Nusantara 2025 resmi dibuka, menandai dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 23–26 Oktober 2025.
Acara ini digelar oleh Gugusdepan Palembang 10-091 dan 10-092 yang bernaung di bawah UIN Raden Fatah Palembang, dengan tema “Membangun Generasi Muda sebagai Kader Bangsa yang Memiliki Jiwa Kepemimpinan serta Berakhlak Mulia Berdasarkan Tri Satya dan Dasa Darma.”
Pembukaan dilakukan secara resmi oleh Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Panji Cahyanto, yang menyampaikan apresiasi atas semangat peserta.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan seperti ini menjadi ruang penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
BACA JUGA:Pengumuman Awal November, Ini Tanda Peserta PPG Guru Tertentu Tahap 2 Lulus UKPPPG
BACA JUGA:Setahun Menteri Nusron: Selesaikan 3.019 Kasus Pertanahan, Cegah Kerugian Rp9,67 Triliun
“Pramuka adalah wadah pembentukan disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Di tengah arus digitalisasi, kegiatan seperti ini menjadi penting untuk menjaga nilai-nilai sosial, kebangsaan, dan empati,” ujar Panji.
Ia menambahkan, kepramukaan bukan sekadar baris-berbaris, tetapi juga sarana menanamkan nilai kerja sama, kemandirian, dan gotong royong.
Pemerintah Provinsi Sumsel, kata dia, akan terus mendukung kegiatan yang menumbuhkan karakter positif generasi muda.
BACA JUGA:Semen Baturaja Kenalkan 3 Program Unggulan Pemberdayaan Warga di Air Gading
Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah
Ketua Pelaksana Nuzuliya menjelaskan, Geprada Camp Nusantara 2025 diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel, seperti Palembang, Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin (Muba), hingga Ogan Komering Ilir (OKI).
Kegiatan tahunan yang sudah berlangsung sejak 2007 ini, menurut Nuzuliya, tahun ini hadir dengan konsep baru yang lebih luas dan interaktif.
“Kalau sebelumnya hanya satu hari, tahun ini dibuat empat hari tiga malam khusus untuk peserta penegak. Untuk siaga dan penggalang, lomba digelar satu hari penuh agar semua tingkatan bisa ikut berpartisipasi,” jelasnya.
