Co-Creation dalam Riset, Ilmuwan Didorong Libatkan Masyarakat Sejak Tahap Awal
Kokreasi atau co-creation menjadi arah baru dunia riset, di mana ilmuwan dan masyarakat bekerja bersama sejak tahap awal agar hasil penelitian lebih inklusif, relevan, dan bermanfaat bagi kehidupan nyata. Foto:Net--
“Melalui co-creation, masyarakat memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan pertanyaan penelitian, merancang metodologi, hingga terlibat langsung dalam pelaksanaannya,” jelasnya.
Luthfi mencontohkan praktik kolonial di masa lalu, ketika pengetahuan masyarakat lokal tentang flora dan fauna sering dimanfaatkan oleh ilmuwan Eropa tanpa pelibatan setara.
“Co-creation memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjadi subjek, bukan sekadar objek penelitian.
Dengan demikian, isu-isu lokal dapat dikaji secara ilmiah sekaligus menghasilkan manfaat nyata bagi semua pihak,” tegasnya.
BACA JUGA:Ajak Prajurit Tingkatkan Pengabdian-Dekat dengan Rakyat
BACA JUGA:Wadah Promosi UMKM, Perputaran Muba Expo Tembus Rp5,9 Miliar
Baik Evi maupun Luthfi sepakat bahwa pelibatan masyarakat dalam riset akan menciptakan proses produksi pengetahuan yang lebih terbuka, transparan, dan inklusif.
Dengan pendekatan kokreasi, riset tidak hanya berhenti di meja akademik, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi kehidupan masyarakat luas.
