Mantap Dirikan Program Doktor , UM Palembang Jalin Kerja Sama UAD Yogyakarta
KERJA SAMA: Rektor UM Palembang dan Rektor UAD Yogyakarta menunjukkan berkas MoU yang sudah ditandatangani sebagai bukt i kerja sama pendirian Program Doktor (S3).-foto: ist-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID- Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang jalin kerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam bidang pendirian Program Studi Strata Tiga (S3) ini dilakukan Rektor UM Palembang Prof Dr Abid Djazuli, SE MM dan Rektor UAD Yogyakarta, Prof Dr Muchlas MT, belum lama ini.
Penandatanganan MoU berlangsung di kampus utama UAD Yogyakarta. Hadir Wakil Rektor Bidang Keuangan, Administrasi, Pengembangan Usaha, dan Aset, Teknologi Informasi UM Palembang Prof Dr Sri Rahayu SE MM, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD Yogyakarta Dr Norma Sari SH MHum dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD Yogyakarta Dr Gatot Sugiharto SH MH.
Dijelaskan Rektor UM Palembang Prof Abid Djazuli SE MM, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengembangan akademik, terutama pada pendirian program doktor. “Prodi yang saat ini sangat memungkinkan untuk diajukan adalah S3 Ilmu Hukum, S3 Ilmu Manajemen, dan S3 Ilmu Teknik Kimia. Dari sisi kualifikasi dosen, baik yang bergelar doktor maupun guru besar, UM Palembang sudah sangat mencukupi,”ujarnya.
Namun, kesiapan tidak hanya berhenti pada sumber daya dosen. Aspek lain seperti penyusunan kurikulum, pedoman akademik, hingga standar mutu pendidikan juga harus disiapkan matang. Di titik ini, kolaborasi dengan UAD Yogyakarta menjadi penting. Mengingat, universitas tersebut sudah berpengalaman dalam mengelola berbagai program doktoral.
BACA JUGA:56 Rektor Wilayah LLDikti II Bahas Program 'Kampus Berdampak' di UM Palembang
BACA JUGA:Siapkan Advokat Bermartabat, FH UM Palembang Bersama Peradi Gelar PKPA Bacth 17
Pada kesempatan yang sama Rektor UAD Yogyakarta, Prof Muchlas menyambut baik sinergi ini. Ia menilai kerja sama antarperguruan tinggi Muhammadiyah harus diperkuat. Tidak hanya untuk saling mendukung pengembangan kelembagaan, tapi juga untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan tinggi nasional.
“Kolaborasi ini bagian dari semangat persyarikatan untuk melahirkan pusat-pusat keunggulan di berbagai daerah,” katanya. Dengan adanya MoU ini, ia yakin UM Palembang semakin mantap menuju target memiliki prodi S3 yang diakui dan mampu bersaing di level nasional.
"Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi UM Palembang dalam memperluas peran dan kontribusi, tidak hanya di Sumatera Selatan, tapi juga dalam lingkup pendidikan tinggi Muhammadiyah secara nasional,"tandasnya.
