Mahasiswa-Dosen Polsri Inovasi Alat Prediksi Halal
INOVASI : Mahasiswa dan dosen Polri memeragakan cara mengecek kehalalan produk dengan perangkat hasil inovasi mereka.-foto: neni/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID- Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) membuat terobosan inovatif untuk menjawab keraguan mahasiswa kelas kerja sama luar negeri terkait kehalalan produk. Lewat program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), tim dosen memperkenalkan Perangkat Prediksi Kehalalan Produk.
Alat itu diperkenalkan kepada puluhan mahasiswa dalam acara bertempat di Aula Teknik Elektro Polsri, kemarin. Wakil Direktur IV Polsri, Dra Tiur Simanjuntak MEd mengatakan, dengan inovasi itu para mahasiswa dapat memastikan kehalalan produk secara cepat dan praktis.
Polsri mengapresiasi kegiatan pengabdian tersebut dan menyoroti sulitnya menemukan produk dan makanan halal, khususnya di negara-negara dengan mayoritas penduduk non-muslim. Ketua Jurusan Teknik Elektro Polsri, Dr Selamat Muslimin ST MT turut angkat bicara.
"Anak-anak semua harus bisa dan pintar memilih makanan saat di luar negeri karena kultur di sana dan Indonesia berbeda. Lebih baik kehilangan makanan enak daripada melanggar aturan agama," katanya.
Tim pelaksana PkM, Dr RD Kusumanto ST MM menjelaskan, perangkat ini dikembangkan untuk menjadi solusi praktis bagi mahasiswa. "Perangkat ini membantu mahasiswa luar negeri memilih makanan halal dan non-halal. Alat ini dapat melihat tekstur dan serat dari berbagai jenis daging sehingga mengurangi keraguan," jelas dia.
BACA JUGA:Tenang Jalankan Usaha, KUR BSI 2025 Tawarkan Skema Pembiayaan Halal & Transparan
BACA JUGA:BTN Syariah dan Gerakan Ekonomi Halal Satu Langkah Menuju Kemandirian Finansial
Menurutnya, tujuan utama alat ini adalah mengatasi kecemasan yang kerap muncul saat akan mengonsumsi makanan. "Dengan alat ini, bisa lebih detail mengetahui tentang makanan tersebut, yang pada akhirnya memunculkan percaya diri saat memakannya," tambah Kusumanto.
Inspirasi di balik alat canggih ini datang dari pengalaman personal seorang mahasiswi. Hal ini diungkapkan anggota tim pelaksana PkM, Dr Nyayu Latifah Husni ST MT.
"Perangkat ini ide dari Charina Mutiara Khairunnisa yang ternyata mengalami keraguan ketika membeli makanan. Kami akui alat ini belum sempurna 100 persen, tapi ini bisa meminimalisir kekhawatiran kita," tuturnya.
Untuk materi dan demonstrasi penggunaan perangkat itu disampaikan langsung Charina dan Ifroh Intan Sepulau, yang disambut antusias semua yang hadir. Alat ini dapat memprediksi kehalalan produk makanan dari ingredient yang ada di bungkus kemasan makanan.
“Tinggal scan dan alat ini akan menyimpulkan apakah makanan tersebut terbuat dari bahan-bahan yang halal atau tidak," terangnya. Lanjut Charina, alat itu juga bisa membedakan jenis daging ayam, daging sapi, atau daging babi.
