Ajarkan Rukun Islam,Sebagai Syiar Agama, Ratusan Murid SDIT Al Furqon Ikut Manasik Haji
MANASIK HAJI: Para murid SD IT Al Furqon mengikuti manasik haji di sekolah mereka.-foto: ist-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID- Lantunan kalimat talbiyah terdengar merdu dari halaman Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al Furqon di Jl R Sukamto, Kecamatan Kemuning, Palembang. Ratusan murid mengenakan ihram mengikuti manasik haji, selama dua hari, 3-4 Agustus lalu.
Terlihat anak-anak itu dengan ceria melakukan Tawaf mengelilingi miniatur Kakbah. Wakil Kepala SDIT Al Furqon Bidang Kesiswaan, H Edi Sapril SPd mengatakan, kegiatan manasik haji tersebut diikuti semua siswa. "Kita menyelenggarakan kegiatan ini selama dua hari, diikuti sekitar 900 lebih anak. Untuk murid kelas 1,2, 3 ada 450 anak serta kelas 4,5, dan 6 ada 460 anak," ujarnya.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan tentang ibadah haji dan umrah kepada anak sejak dini. Tampak para murid begitu antusias mengikuti kegiatan manasik haji sehingga memiliki cita-cita bisa melaksanakan haji maupun umrah ketika mereka dewasa.
"Ini merupakan bekal mereka, yang kita berikan agar mereka kelak tidak kaget dan telah tahu tata cara maupun bacaan saat berhaji atau umrah," ungkapnya. Kegiatan ini tidak hanya program unggulan sekolah, tapi upaya sekolah menyampailan syiar Islam. Dengan memberikan anak-anak ilmu pengetahuan mengenai bacaan dan tata cara pelaksanaan rukun Islam kelima tersebut.
BACA JUGA:Kloter 19 Embarkasi Palembang Ikuti Manasik Haji Terakhir, Siap Berangkat ke Tanah Suci
BACA JUGA:Menag: Tahun Ini Haji Akbar, Manasik Haji Perdana Nasional Masuk MURI
"Kita berikan mereka latihan dengan praktik secara langsung, membuat miniatur seperti aktivitas pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya di Mekah," kata Edi. Dengan harapan, para murid yang mengikuti kegiatan manasik haji dapat mengenal dan terbiasa mengikutinya hingga dapat melaksanakan ibadah haji atau umrah di masa mendatang.
Salah seorang murid yang ikut kegiatan itu, Dekka mengatakan, kegiatan manasik haji yang diikutinya ini sangat memberikan ilmu bermanfaat. “Kami kumpul di aula sebagai asrama haji, lalu terbang ke Mekah/Madinah, mengambil niat lalu menuju Kakbah untuk Tawaf. Setelah itu salat sunah, setelah itu kami Sai' berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Marwah. Kami juga Tahalul, mengambil niat haji lalu wukuf, lempar jumrah dan terakhir qurban," jelasnya.
