Kabar Baik Guru Lulusan PPG! Bank BJB Siapkan Modal Usaha hingga Puluhan Juta Tanpa Agunan, Cicilan Segini
Lulusan PPG? Sekarang saatnya buka usaha sendiri pakai modal puluhan juta dari BJB! Foto: ilustrasi--
SUMATERAEKSPRES.ID – Kabar menggembirakan datang bagi para guru di seluruh Indonesia, khususnya mereka yang telah menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Bank BJB (Bank Jabar Banten), sebagai salah satu bank pembangunan daerah yang aktif mendukung sektor pendidikan, resmi meluncurkan program kredit tanpa agunan (KTA) khusus bagi guru lulusan PPG. Program ini menjadi angin segar bagi para pendidik yang ingin memulai usaha sampingan atau mengembangkan bisnis keluarga.
Dalam program terbaru ini, Bank BJB menawarkan pinjaman modal usaha hingga puluhan juta rupiah, tanpa perlu jaminan atau agunan. Jumlah pinjaman yang dapat diajukan mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta, tergantung pada kemampuan finansial pemohon dan kelengkapan dokumen pendukung. Lebih menarik lagi, suku bunga yang ditawarkan bersifat kompetitif, dan cicilannya pun sangat terjangkau—mulai dari Rp500 ribuan per bulan.
Pihak Bank BJB menyatakan bahwa program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan guru, terutama yang telah mengikuti PPG dan telah memiliki sertifikat pendidik. “Guru adalah ujung tombak masa depan bangsa. Kami ingin memberikan kemudahan bagi para guru untuk memiliki penghasilan tambahan lewat usaha mandiri,” ujar Direktur Konsumer Bank BJB, Lila Novita, dalam keterangan resminya, Rabu (10/7/2025).
Program ini secara khusus menargetkan guru ASN maupun non-ASN yang telah memiliki sertifikat pendidik dari PPG. Sertifikat ini menjadi salah satu syarat utama dalam pengajuan kredit. Selain itu, calon peminjam juga diminta untuk menyertakan SK pengangkatan (bagi ASN) atau surat keterangan mengajar dari sekolah (bagi guru honorer), serta fotokopi KTP, KK, dan NPWP.
BACA JUGA:Seiko 5 Automatic SNXF05K1 Elegansi Mekanis yang Tak Lekang oleh Waktu
BACA JUGA:Turnamen Sepak Bola Anak: Liburan Seru Penuh Semangat dan Sportivitas!
Proses pengajuan kredit pun dijanjikan tidak berbelit-belit. Melalui aplikasi digital BJB Digi atau langsung di kantor cabang terdekat, para guru bisa mengajukan pinjaman hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Bahkan, beberapa cabang telah menyediakan layanan “jemput bola” bagi sekolah-sekolah yang ingin mengajukan kolektif.
“Tidak semua guru memiliki akses modal yang mudah untuk memulai usaha. Lewat program ini, kami ingin membuka peluang dan menumbuhkan semangat wirausaha di kalangan tenaga pendidik,” kata Lila Novita. Ia menambahkan, BJB juga menggandeng Dinas Pendidikan dan beberapa komunitas guru PPG dalam menyosialisasikan program ini.
Dalam peluncurannya, Bank BJB juga menggandeng sejumlah lembaga pelatihan dan UMKM lokal untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para guru. Materi pelatihan mencakup strategi pemasaran digital, pengelolaan keuangan usaha, dan cara membangun brand lokal. Diharapkan, guru tidak hanya menjadi peminjam, tetapi juga mampu mengelola usaha secara mandiri dan profesional.
Salah satu guru yang sudah merasakan manfaat program ini adalah Sri Wahyuni, guru SD asal Bandung yang lulus PPG pada tahun 2022. Ia mengaku mendapat pinjaman sebesar Rp30 juta dari BJB tanpa agunan, dan memanfaatkannya untuk membuka usaha katering bersama keluarganya. “Dulu saya hanya bisa berharap, sekarang saya bisa berusaha. Terima kasih BJB, saya punya usaha sendiri,” katanya.
BACA JUGA:Gampang Dapat Kerja? Ini 10 Jurusan Jawabannya!
Selain digunakan untuk modal usaha, pinjaman ini juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan anak, renovasi rumah, atau pembelian perlengkapan mengajar. Meski demikian, BJB tetap menekankan bahwa program ini difokuskan untuk mendorong produktivitas dan pemberdayaan ekonomi di kalangan guru.
Program ini turut mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dr. Nunuk Suryani, menyambut baik kolaborasi ini. “Langkah BJB sangat positif. Guru yang telah melalui PPG adalah aset berharga, dan program seperti ini membantu mereka lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
