Tingkatkan Uji Kompetensi Mahasiswa, Agar 100 Persen Lulus Kompeten
WEBINAR : Mahasiswa mengikuti webinar Uji Kompetensi Kupas Tuntas Kimia Klinik dan Bakteriologi yang digelar DPW Imatelki Sumatera Selatan.-foto: ist-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Webinar Uji Kompetensi Kupas Tuntas Kimia Klinik dan Bakteriologi memiliki tujuan meningkatkan kemampuan dan motivasi peserta dalam menghadapi Uji Kompetensi (UKOM), serta memberikan strategi dan kiat untuk lulus.
“Webinar ini meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya UKOM bagi mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis agar 100 persen lulus kompeten,” ujar Salwa Akasyah Novisari, Ketua DPW Imatelki Sumatera Selatan (Sumsel) saat webinar, Sabtu (24/5).
Dia menjelaskan ada 180 peserta yang ikut webinar, tak hanya berasal dari Sumsel, juga ada peserta dari Bengkulu, Jateng, Padang dan Palu. "Harapannya semoga kegiatan ini dapat membantu mempersiapkan uji kompetensi untuk mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis," terangnya lagi.
Hadir sebagai pembicara Sahidan SSos MKes (Koordinator AIPTLMI REG 2) dan Karneli AMAK SPd (Kaprodi D3 Poltekkes Kemenkes Palembang dan Dosen Bakteriologi). "Materi yang disampaikan tips dan trik cara menjawab soal UKOM dengan cepat dan tepat. Kemudian ada materi Kimklin mengenai urine, faeces, cairan tubuh, diabetes, profil lipid, fungsi hati, ginjal, jantung, elektrolit, gas darah, protein, dan NPN," sebutnya.
BACA JUGA:Otoritas Jasa Keuangan Dorong Literasi Keuangan Melalui Webinar untuk Perempuan dan Komunitas
BACA JUGA:Webinar Nasional Universitas Bina Darma Bawa Pengetahuan Baru tentang Ergonomi bagi UMKM
Tak hanya itu, ada juga materi tentang bakteriologi yakni jenis-jenis media, jenis-jenis pewarnaann, biokimia, identifikasi bakteri, resistensi, hitung jumlah bakteri, dan MPN. "Dari kegiatan ini, kita harap mahasiswa lebih terbuka wawasannya, terutama mengenai uji kompetensi," tandasnya.
Hadir pada kegiatan ini anggota DPW Imatelki Sumsel, HMPS D3 Poltekkes Kemenkes Palembang, serta Dewan Perwakilan Pusat Imatelki. Webinar dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPP, Ibnu Hamdani Rasid.
