Cegah Plagiarisme, Bangun Budaya Jujur, Manfaatkan Turnitin Secara Etis
SOSIALISASI: LPPM Universitas Muhammadiyah Palembang melaksanakan acara "Sosialisasi Pencegahan Plagiarisme dan Pemanfaatan Turnitin secara Etis". -foto: neni/sumeks-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Universitas Muhammadiyah Palembang menegaskan komitmennya menjaga integritas akademik. Salah satu wujudnya menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan Plagiarisme dan Pemanfaatan Turnitin secara Etis. Kegiatan ini sebagai upaya strategis membangun budaya akademik yang jujur, orisinal, dan berstandar tinggi di lingkungan kampus.
“Langkah preventif ini kami lakukan bukan hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi bentuk tanggung jawab moral dan intelektual kita bersama,” ujar Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof Dr Ir Gusmiatun MP di sela-sela acara.
Dikatakan, sebagai bagian kebijakan resmi universitas, penggunaan Turnitin kini telah memiliki batasan standar yang tegas. Untuk skripsi dan tesis, batas maksimum similarity adalah 25 persen. Artikel jurnal harus memiliki similarity di bawah 20 persen, sementara proposal, laporan penelitian, serta dokumen resmi lembaga diberi batas maksimal 30 persen.
“Kami ingin memastikan seluruh civitas akademika UMP memproduksi karya ilmiah yang benar-benar orisinal dan bebas dari praktik plagiarisme,” lanjutnya lagi. Dalam pertemuan itu, LPPM juga membeberkan sejumlah temuan manipulasi yang marak dilakukan oknum untuk menurunkan nilai similarity secara tidak wajar. Beberapa di antaranya termasuk penyisipan simbol asing, karakter tak terlihat, hingga penggunaan teknologi parafrase otomatis.
BACA JUGA:Wajib Tahu, Ini Loh Cara Efektif Menghindari Plagiarisme dengan Parafrase, Sinak Baik-Baik Ya!
BACA JUGA:Mau Terhindar Plagiarisme? Coba Terapkan Teknik Parafrase, Dijamin Aman dan Mudah!
“Skor Turnitin yang rendah tidak serta merta mencerminkan orisinalitas dokumen. Ini menjadi tantangan serius karena berpotensi mencoreng citra akademik universitas,” tegasnya. Program penelitian dan pengabdian untuk tahun anggaran 2025 direncanakan segera dibuka. Hasil evaluasi menunjukkan rendahnya partisipasi dosen dalam program ini, padahal dana telah tersedia tanpa proses seleksi ketat.
“Ini sangat disayangkan karena penelitian tersebut bisa mendukung akreditasi program studi dan pengembangan karier dosen, termasuk pengusulan Jabatan Fungsional Akademik (JFA),” ungkapnya. LPPM pun menyampaikan pesan dari pimpinan universitas bahwa setiap program studi ditarget memiliki jurnal ilmiah yang terakreditasi. Untuk mendukung hal ini, pihaknya akan mengadakan pelatihan tata kelola jurnal pada minggu ketiga Mei 2025.
Wakil Rektor I, Prof Dr Ir Kgs Ahmad Roni ST MT menyampaikan upaya ini bagian dari komitmen universitas membangun ekosistem akademik yang sehat dan kredibel. “Kami tak hanya fokus pada output karya ilmiah, juga proses yang ditempuh dalam pembuatannya. Etika akademik harus jadi prinsip utama dalam setiap aktivitas tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.
Dia menegaskan pencegahan plagiarisme merupakan bagian tak terpisahkan dari misi Universitas Muhammadiyah Palembang menuju akreditasi unggul dan reputasi global. Biaya langganan Turnitin yang mencapai Rp75 juta per tahun juga menjadi dasar kuat perlunya evaluasi dan pengawasan yang ketat dalam penggunaannya.
