Transformasi Matematika, Gerakan Numerasi Nasional Ubah Cara Pandang Siswa terhadap Angka
Matematika tak lagi menakutkan! Lewat Gerakan Numerasi Nasional, belajar angka kini jadi lebih seru dan bermakna. Yuk, ubah stigma dan ciptakan generasi cerdas berhitung! Foto:Dody/Sumateraekspres.id--
JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong peningkatan literasi numerasi siswa di Indonesia.
Melalui peluncuran Gerakan Numerasi Nasional, pemerintah berharap dapat membalik persepsi negatif terhadap matematika yang selama ini dianggap menakutkan dan membosankan.
Gerakan ini tidak hanya sekadar kampanye, tetapi menjadi wujud nyata dari komitmen pemerintah untuk menjadikan numerasi sebagai bagian yang menyenangkan dalam proses pembelajaran.
Pendekatan baru ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif, dengan guru sebagai fasilitator pembelajaran yang kreatif dan inspiratif.
BACA JUGA:Salurkan Bantuan Tanggap Darurat
BACA JUGA:Smartphone Sultan! Nokia N75 Max 5G Punya Segalanya, Termasuk Kamera 200MP dan Fast Charging 65W!
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Nunuk Suryani, menekankan bahwa numerasi bukanlah ilmu yang rumit jika disampaikan dengan pendekatan yang tepat.
“Matematika bisa menjadi pelajaran favorit anak-anak jika disampaikan secara menyenangkan dan bermakna. Inilah inti dari gerakan ini,” ujarnya saat peluncuran program tersebut.
Sementara itu, Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar, menggarisbawahi pentingnya peran guru dalam menyukseskan gerakan ini.
Ia menuturkan bahwa guru perlu memperkuat tiga dimensi kompetensi utama: pengetahuan profesional, praktik pembelajaran yang inovatif, dan pengembangan profesi secara berkelanjutan.
BACA JUGA:TNI AU Dukung Water Bombing hingga OMC
BACA JUGA:Toyota Kijang Super 2025 Hadir dengan Mesin Irit dan Desain Klasik Modern
“Guru adalah agen utama perubahan. Bila mereka mengubah cara mengajar matematika, maka siswa juga akan mengubah cara pandang mereka terhadap pelajaran ini,” kata Rachmadi.
Salah satu contoh konkret datang dari daerah timur Indonesia. Theresia Sri Rahayu, seorang guru di SD Katolik Waimamongu, Nusa Tenggara Timur, telah menerapkan pendekatan numerasi berbasis permainan edukatif dan teknologi terkini, seperti Coding AI.
