Hadirkan Pendidikan Berorientasi Global, Universitas MDP Mobility Program 2026
Rektor Universitas MDP Dr Yulistia berfoto bersama dengan panitia dan peserta dari berbagai negara dalam Mobility Program 2026 yang digagas Universitas MDP. FOTO: EVAN ZUMARLI/SUMEKS--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Universitas MDP menyelenggarakan Mobility Program 2026 sebagai bentuk penguatan kerja sama internasional, pengalaman pembelajaran global, serta kolaborasi lintas budaya dan teknologi bagi mahasiswa.
Rektor Universitas MDP Dr Yulistia SKom MTI mengatakan, kegiatan ini mengusung tema, Strengthening Global Relationship Through Sustainable Innovation and Technology” dan diikuti oleh peserta dari berbagai negara yaitu Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.
"Rangkaian Mobility Program 2026 telah dimulai lebih dulu secara online pada 2 Juni. Setelah pelaksanaan daring tersebut, kegiatan dilanjutkan secara offline di Universitas MDP, Palembang, sebagai ruang interaksi langsung bagi para peserta untuk belajar, berdiskusi, berkolaborasi, serta mengenal lingkungan akademik Universitas MDP," terangnya.
BACA JUGA:Universitas MDP Gelar Mobility Program 2026, Perkuat Kolaborasi Internasional dan Inovasi Teknologi
Iklan Google/Link Sponsor
BACA JUGA:Kerja Praktik Atasi Solusi Masalah, MDP Student Expo
Dikatakan, melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman pembelajaran internasional, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kernampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun jejaring antar mahasiswa dari berbagai negara.
Lebih jauh dijelaskan, Dr Yulistia mengatakan Mobility Program menjadi bagian dari komitmen Universitas MDP dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif. kolaboratif, dan berorientasi global. “Mobility Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga melalui pertukaran budaya, kolaborasi, dan inovasi lintas negara,” ujar beliau.
Selain kegiatan akademik dan pertukaran budaya, Mobility Program 2026 juga menghadirkan Innovation dan Prototype Challenge yang akan dipresentasikan oleh para peserta. Melalui agenda ini, peserta didorong untuk mengembangkan ide, inovasi, dan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Kerja Praktik Atasi Solusi Masalah, MDP Student Expo
BACA JUGA:Tampilkan Karya Inovasi Mahasiswa, Universitas MDP Gelar Student Expo 2026
Sebagai bagian dari pengenalan budaya lokal, peserta mahasiswa dari luar negeri juga akan adiajak mengikuti tour Kota Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, kuliner, dan karakter Kota Palembang sebagai salah satu kota myenting di Indonesia.
"Melalui agenda tersebut, Universitas MDP ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya Dersifat akademik, tetapi juga humanis dan kultural. Peserta diharapkan dapat memahami Dahwa kolaborasi global tidak hanya dibangun melalui ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial, pertukaran budaya, dan pengalaman langsung di masyarakat,"katanya
Katanya, Mobility Program 2026 juga menjadi wujud nyata semangat Kampus Berdampak. Universitas MDP tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi internasional yang mendorong mahasiswa untuk berpikir global, menciptakan inovasi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
"Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas MDP terus memperkuat perannya sebagai kampus inovasi yang berdampak melalui internasionalisasi pendidikan, pengembangan talenta muda, dan kolaborasi lintas negara,"tandasnya
BACA JUGA:150 Siswa dari 6 SMA/SMK Kunjungan Edukasi ke Universitas MDP
BACA JUGA:Universitas MDP Tampilkan Rumah Inovasi dan Robot Canggih di International Education Fair Palembang
Sementara, kepada Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc. mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi inisiasi Universitas MDP dalam melaksanakan kegaiatn tersebut. "Ini adalah salah satu bukti bahwa perguruan tinggi di LLDikti wikayah II masuk International. Saya berharap bahwa nanti akan ada lagi perguruan tinggi di wilayah kita yang bisa mrlakukan kegiatan internasional yang bisa dengan kemajuan teknologi,"terangnya.
Katanya, sebagai perjalanan akademik dari mahasiswa bisa berinteraksi dengan berbagai mahasiswa dari berbagai macam latar belakang. "ketika mahasiswa berinteraksi, mereka belajar banyak hal untuk komunikasi dan budaya yang berbeda. Bagaimana berinteraksi dalam suasana yang punya latar belakang berbeda, dalam hal apa iklim yang sangat baik sangat beragam dan ini sangat penting," katanya.
Lanjutnya, nilai penting yang akan diambil oleh mahasiswa mengenai Teknologi. "Mahasiswa bisa berinteraksi dengan dosen, yang berlatar belakang berbeda negara, berbeda budaya itu akan menjadi pengayom bagi mereka untuk siap ketika mahasiwa menjadi pemimpin di masa depan.
BACA JUGA:UMDP Fest 2025 Gali Bakat Anak Muda, Hadirkan Konsep Edutainment
Mereka akab terbiasa dengan perbedaan, penggunaan kemajuan teknologi, dan mahasiswa juga nantinya akan terbiasa dan siap membangun kerjasama dalam merealisasikan idenya,"tandasnya.
