Perkuat Kolaborasi Global, Bidik Peluang Riset Eropa, Program DAAD
SEMINAR: Kegiatan seminar courtesy call Unsri bersama perwakilan DAAD dan EURAXESS ASEAN yang digelar di ruang Djuaini Moekti Unsri Palembang. FOTO: NENI/SUMEKS--
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Universitas Sriwijaya (Unsri) terus memperkuat langkah internasionalisasi dengan membuka peluang kolaborasi riset global, khususnya melalui kemitraan dengan lembaga akademik dan pendanaan dari Eropa.
Hal ini disampaikan pada kegiatan courtesy call bersama perwakilan DAAD dan EURAXESS ASEAN yang digelar di ruang Djuaini Moekti Unsri Palembang.
Iklan Google/Link Sponsor
Wakil Rektor bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof Dr Eng Ir H Joni Arliansyah MT menegaskan, internasionalisasi tetap menjadi prioritas strategis Unsri.
"Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran Regional Director DAAD untuk Jakarta, Singapura, Malaysia, dan Timor Leste, Dr Guido Schnieders, bersama perwakilan EURAXESS ASEAN Dr Tatas Brotosudarmo, serta staf DAAD Jakarta Olivia J Sopacua," ujarnya, di sela acara.
BACA JUGA:Perkenalkan Budaya ke Internasional, Empat Mahasiswa Fasilkom Unsri ke Jepang
BACA JUGA:Unsri Dorong Kerja Sama Kampus Level ASEAN
Prof Joni Arliansyah mengatakan, pertemuan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan berbagai program beasiswa DAAD, sekaligus membuka akses terhadap inisiatif riset internasional seperti EURAXESS-ASEAN dan Horizon Europe. Kekuatan utama dalam membangun kerja sama internasional terletak pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
"Para dosen dan peneliti UnsriI tercatat sebagai alumni Universitas terkemuka di Jerman, yang kini menjadi jembatan penting dalam memperkuat koneksi akademik dan riset dengan berbagai institusi di Eropa," terangnya.
Dijelaskan, Unsri melihat peluang besar dari skema pendanaan riset Uni Eropa.
BACA JUGA:100 Ketua OSIS se-Sumsel Kunjungi Kampus UNSRI
BACA JUGA: Rektor Unsri Ajak Naik Transportasi Umum, Dukung Program Hemat Energi
Melalui program Horizon Europe 2026-2027, Komisi Eropa mengalokasikan dana hingga Rp14 miliar untuk mendorong riset global, termasuk di bidang kecerdasan buatan dan ketahanan iklim.
"Dengan dukungan DAAD dan pemanfaatan platform EURAXESS ASEAN, Unsri menargetkan keterlibatan aktif dalam berbagai program unggulan seperti Marie Skłodowska-Curie Actions (MSCA) untuk jaringan doktoral, postdoctoral fellowship, dan pertukaran staf, serta European Research Council (ERC) guna mendorong riset unggulan di bidang pangan, energi, dan kesehatan," paparnya.
Ia menjelaskan, Unsri berharap adanya dukungan berkelanjutan dari DAAD dan EURAXESS dalam bentuk pembinaan intensif, khususnya dalam meningkatkan kualitas proposal riset dan memperluas jejaring internasional.
