Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Dorong Perguruan Tinggi Berdampak, Hasilkan Pengetahuan, Inovasi, dan Solusi Bagi Masyarakat

Brian Yuliarto-Foto : Ist-

JAKARTA, SUMATERAEKSPRES.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat capaian signifikan dalam penguatan riset nasional. Total anggaran riset nasional tahun 2025/2026 tercatat Rp81,4 triliun, setara 0,34 persen dari APBN.

Indonesia juga mencatatkan kemajuan pada Global Innovation Index (GII) 2025, dengan posisi sebagai overperformer di antara negara berpendapatan menengah atas. Terutama pada aspek kolaborasi riset kampus-industri dan luaran inovasi.

Capaian ini memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai tulang punggung kebijakan berbasis sains. Sekaligus mendukung agenda hilirisasi, industrialisasi, dan pengembangan industri strategis nasional. Mulai dari pangan, kesehatan, energi, hingga digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Keberhasilan ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang pernah ia sampaikan kepada semua pimpinan perguruan tinggi negeri, swasta, dan para guru besar, medio Januari lalu. 

Pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat yang relevan dengan tantangan pembangunan nasional. Presiden menegaskan, peran sentral manusia, pendidikan tinggi, dan sains sebagai fondasi utama inovasi, industrialisasi, dan daya saing bangsa. Hal ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah, yakni mewujudkan swasembada pangan dan energi.

BACA JUGA:UMP Panen Perdana Jagung, Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Kampus

BACA JUGA:Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Kampus

Prabowo menekankan kebangkitan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi saja. Tapi juga pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penguasaan ilmu pengetahuan, serta kemampuan menerjemahkan riset menjadi dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Untuk itu, pentingnya ada kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk mendorong inovasi yang berkelanjutan. Termasuk penguatan peran ilmu sosial dan humaniora dalam memahami konteks sosial budaya pembangunan negara.

Presiden juga menegaskan dukungan pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan SDM sivitas akademika, penyediaan sarana prasarana, dan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.

Mendiktisaintek RI, Brian Yuliarto menegaskan, arah kebijakan Presiden menjadi kompas bagi Kemdiktisaintek dan jajaran untuk memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai motor penggerak perubahan dan pembangunan nasional. Arahan tersebut juga menjadi dasar dari visi Diktisaintek Berdampak yang terus digaungkan saat ini.

“Presiden mengajak kita bersama-sama merefleksikan apa yang sudah bisa kita berikan kepada masyarakat, bangsa, negara, dan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran yang penting dalam pembangunan Indonesia,” ujarnya. Perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM yang mumpuni secara kapasitas dan kapabilitas, berintegritas, nasionalis, dan keberpihakan yang besar kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:Bantu Inovasi Program, Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera: Unsri Kirim Mahasiswa dan Dosen

BACA JUGA:UMP Panen Perdana Jagung, Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Kampus

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan