Unsri Launching Pembukaan PKM 2025 di Desa Kota Daro II
LAUNCHING: Rektor Unsri bersama Bupati Ogan Ilir me launching pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kota Daro II, Kecamatan Rantau Panjang, Rabu (26/11). Dalam pengabdian ini, para dosen dan mahasiswa Unsri tidak hanya membantu menca- Foto: andika/sumeks-
Carikan Solusi Berbagai Masalah Warga, Dirikan Bank Sampah
OGAN ILIR, SUMATERAEKSPRES.ID - Universitas Sriwijaya (Unsri) melaunching pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM) penunjukan tahun 2025. Berlokasi di Desa Kota Daro II, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (26/11).
Rektor Unsri, Prof Dr Taufiq Marwa SE MSi menerangkan, salah satu tugas perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. "Agar manfaatnya lebih besar, saya membuat klaster-klaster yang memang masyarakat membutuhkan Unsri. Salah satunya yang terdekat di Kabupaten Ogan Ilir," ujarnya.
Pihaknya akan mengidentifikasi masalah-masalah di tengah masyarakat. Kemudian dicarikan solusinya lewat kegiatan pengabdian masyarakat. Di antaranya seperti masalah ketersediaan air bersih, dengan peralatan dan teknologi yang ada dapat digunakan untuk menjernihkan bahan baku air yang ada.
Kemudian, melakukan uji coba penanaman benih padi tahan kekeringan dan minim air yang dikembangkan Unsri. Selanjutnya di aspek kesehatan, pertanian, perikanan dan sebagainya dari berbagai disiplin ilmu dan fakultas Unsri.
Selain itu, Unsri mendirikan bank sampah di Desa Kota Daro II sebagai sentra tempat pengolahan sampah organik dan nonorganik warga desa, untuk diolah dan mengurangi penumpukan sampah. Seperti sampah organik diolah menjadi pupuk, kemudian sampah plastik, kardus dan kertas dapat didaur ulang.
Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyambut baik peran Unsri dalam program PKM di Desa Kota Daro II. "Melalui pengabdian ini, dosen-dosen bersama mahasiswa dari berbagai fakultas turun langsung ke lingkungan masyarakat. Memberikan edukasi demi menunjang program ekonomi di masyarakat," ujar dia.
Disebutnya, sangat banyak peluang terbuka dari program pemerintah sehingga dapat menyerap langsung potensi yang ada di desa. "Kami menyambut baik, dari beberapa program Unsri seperti pengolahan sampah, penanaman bibit padi dan penjernih air. Menjadi inovasi yang dapat membantu berbagai kendala di masyarakat," ungkapnya.
