Kebangkitan Nasional 2025: Membangun Bangsa dengan Semangat Inovasi dan Kolaborasi
Muhammad Isnaini (Pemerhati Pendidikan dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang)--
SUMATERAEKSPRES.ID - Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk menyalakan kembali api semangat kebangsaan.
Di tahun 2025, dengan tema "Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat", kita diajak untuk merefleksikan bagaimana inovasi dan kolaborasi dapat menjadi senjata ampuh menghadapi tantangan zaman.
BACA JUGA:Refleksikan Semangat Kebangkitan Nasional, Lewat Jejak Sejarah Energi Bangsa
BACA JUGA:Memaknai Hari Kebangkitan Nasional: 7 Peran Strategis BRI Dorong Ekonomi Indonesia Makin Kuat
Dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, hanya bangsa yang mampu beradaptasi dan bersinergi yang akan bertahan dan unggul.
Sejarah telah mengajarkan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuannya berinovasi. Joseph Schumpeter dalam teorinya tentang pembangunan ekonomi menyatakan inovasi adalah jantung pertumbuhan melalui proses penghancuran kreatif.
Kita menyaksikan sendiri bagaimana gelombang disrupsi teknologi telah mengubah wajah perekonomian global. Indonesia pun tak boleh tinggal diam.
Transformasi digital yang terjadi selama pandemi membuktikan bahwa kita mampu beradaptasi, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Keterbatasan infrastruktur teknologi, kesenjangan digital, dan rendahnya anggaran riset menjadi tantangan nyata yang harus diatasi.
Namun, inovasi saja tidak cukup. Elinor Ostrom mengingatkan kita solusi terbaik untuk masalah kompleks datang dari kerja sama berbagai pihak.
Kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan bangsa. Kita patut bangga dengan berbagai program kolaboratif yang sudah berjalan, tetapi semangat gotong royong ini harus terus diperkuat dan diperluas.
Dalam konteks global yang penuh persaingan, kolaborasi justru menjadi senjata untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di panggung dunia.
Mewujudkan Indonesia yang kuat membutuhkan kemandirian di berbagai sektor strategis. Ketahanan pangan, energi, dan kesehatan harus dibangun di atas fondasi yang kokoh dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Swasembada bukan berarti menutup diri, melainkan membangun kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri tanpa ketergantungan berlebihan pada pihak lain.
Inilah saatnya kita mengoptimalkan kekayaan alam dan sumber daya manusia yang kita miliki melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif.
