Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Ketahanan Gizi Nasional
DAPUR SPPG: Salah satu dapur Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU-II Kota Palembang yang menyiapkan makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu. -Foto: kris samiaji/sumeks -
Imamudin menilai bahwa dengan perencanaan matang dan dukungan ekosistem yang kuat, MBG berpotensi menimbulkan efek pengganda yang signifikan.
Peningkatan permintaan terhadap produk pangan lokal dapat membuka lapangan kerja baru, menurunkan angka pengangguran, serta mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Rencana pengoperasian sekitar 35 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi pada tahun ini dipandang sebagai peluang besar bagi daerah.
Keberadaan ribuan satuan pelayanan tersebut dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama dari masyarakat sekitar, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam pelaksanaan MBG. Organisasi kemasyarakatan, kelompok perempuan, pemuda, dan komunitas lokal dipandang memiliki peran strategis dalam penyediaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.
Keterlibatan ini diharapkan membuat MBG benar-benar menjadi program yang membumi dan dirasakan sebagai milik bersama.
Dengan partisipasi luas, program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mendapat dukungan sosial yang kuat.
Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa besarnya anggaran MBG menuntut tata kelola yang profesional dan transparan.
Pengawasan dan akuntabilitas menjadi perhatian utama agar program tetap berada pada tujuan awal dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan sempit.
Komitmen penguatan tata kelola tersebut juga tercermin dari keterlibatan Perum BULOG dalam mendukung MBG.
BULOG menegaskan kesiapan menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam penyediaan beras sebagai bahan pangan pokok utama.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa perusahaan siap menyuplai beras berkualitas sesuai standar yang ditetapkan.
Pemerintah memastikan bahwa aspek kebersihan, mutu, dan kelayakan konsumsi menjadi prioritas agar pangan yang disalurkan benar-benar aman dan bergizi.
Peran BULOG dipandang strategis dalam menjaga stabilitas pasokan dan kualitas pangan. Sinergi lintas kementerian dan lembaga terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan bahan pangan yang berkelanjutan bagi pelaksanaan MBG di seluruh wilayah.
Dari sisi kesehatan masyarakat, Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Kesehatan UHAMKA, Leni Sri Rahayu, menilai MBG memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
