Tokoh Masyarakat Wajib Jaga Persatuan Wujudkan Percepatan Pemulihan Aceh
Menteri ATR/BPN melaporkan progres revisi RTR dan RTRW Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam Raker Komisi II DPR RI, soroti sinkronisasi penataan ruang-foto-
Ia juga mendorong sekolah-sekolah lain yang terdampak banjir agar segera menuntaskan proses rehabilitasi sarana pendidikan dengan pengawasan yang akuntabel.
Pemulihan wilayah pascabencana di Aceh dan Sumatera tidak dapat hanya mengandalkan kerja teknis pemerintah, juga dibutuhkan persatuan, kepedulian sosial, serta peran aktif tokoh masyarakat untuk menjaga kohesi sosial.
Saat ini, pemerintah daerah tengah memasuki masa transisi dari penanganan darurat menuju tahap pemulihan dengan target ambisius agar ribuan warga tidak lagi tinggal di pengungsian sebelum Idulfitri.
Upaya tersebut juga didukung pemerintah pusat melalui percepatan pemulihan infrastruktur. Kementerian Pekerjaan Umum terus memasang Jembatan Darurat Bailey di berbagai wilayah Aceh sebagai akses vital mobilitas dan distribusi logistik.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan tonase dan tidak melintasi jembatan dengan muatan berlebih demi keselamatan bersama.
Dari perspektif akademik, Sosiolog Universitas Syiah Kuala, Ahmad Humam Hamid, menilai percepatan pemulihan Aceh sangat bergantung pada sinergi tokoh nasional, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.
Menurutnya, persatuan, kepatuhan terhadap aturan, serta kepercayaan publik merupakan fondasi utama agar pemulihan Aceh dapat terwujud secara nyata dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Viral Dugaan Pungli Relawan Bawa Bantuan Tujuan Aceh, Semua Insan Perhubungan Kompak Membantah
Dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang terus digaungkan para tokoh masyarakat, percepatan pemulihan Aceh diharapkan tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam jangka panjang.
Safira Sofya)*
)* Pengamat Sosial
