Literasi Media sebagai Benteng Punlik dari Distorsi Komunikasi Massa
Media massa-baik media konvesional maupun digital-memiliki peran strategis dalam membingkai realitas sosial.-foto: ilustrasi-
Penulis : M. Ardiansyah (Mahasiswa Aktif Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang)
SUMATERAEKSPRES.ID-Ditengah derasnya arus informasi saat ini, komunikasi massa tidak lagi sekedad menjadi sarana penyampaian pesan, melainkan juga kekuatan besar yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak masyarakat.
Media massa-baik media konvesional maupun digital-memiliki peran strategis dalam membingkai realitas sosial.
Namun, kekuatan tersebut juga menyimpan potensi distorsi informasi yang dapat menyesatkan publik.
Dalam konteks inilah, literasi media menjadi benteng utama bagi masyarakat untuk mengahadapi berbagai bentuk penyimpangan komunikasi massa.
BACA JUGA:Literasi Digital, Kunci Meredam Krisis Komunikasi Massa di Indonesia
BACA JUGA:PSN Papua Dorong Penciptaan Lapangan Kerja dan Akses Kesejahteraan bagi Masyarakat Lokal
Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah komunikasi massa secara signifikan.
Informasi kini dapat diproduksi dan disebarluaskan oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Sayangnya, kemudahan ini tidak selalu diiringi dengan tanggung jawab etis.
Fenomena hoaks, disinformasi, clickbait, hingga framing berita yang biasa menjadi tantangan serius.
BACA JUGA:Membangun Generasi Moderat di Tengah Tantangan Digital
Media tidak jarang lebh mengutamakan kecepatan dan sensasi daripada akurasi dan keberimbangan.
