Kades Bertato Dijuluki Yakuza Banjarnegara! Hoho Alkaf Sulap Desa Jadi Ladang Miliaran Rupiah!
Tato penuh di tubuhnya, tapi pikirannya penuh solusi! Hoho Alkaf, kades nyentrik Banjarnegara, buktikan gaya beda bukan halangan untuk bikin desa berjaya! Foto:IG @hoho_alkaff--
SUMATERAEKSPRES.ID – Di tengah persepsi tentang sosok kepala desa yang konservatif, muncul figur tak terduga Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba, Mandiraja, Banjarnegara bertato, bergaya ala gangster Jepang namun sukses mendorong desa-nya menjadi pusat ekonomi produktif bernilai miliaran rupiah.
1. Viral dan Berani Beda
Hoho viral sejak video yang diunggah akun X (@kegblgnunfaedh) pada 28 Juni 2025 menunjukkan dirinya di peternakan ayam, menjelaskan detail alokasi Dana Desa 2025 mulai dari pengembangan ternak ayam petelur 3.000 ekor (senilai Rp308 juta) hingga kolam lele bawah kandang ayam.
Video itu telah mendapat ribuan likes dan dibagikan luas, memancing komentar panas, dari pujian ala hingga skeptisisme soal motif politik.
BACA JUGA:Daftar Kampus Terfavorit Beasiswa Unggulan Tahun 2025, Dalam dan Luar Negeri Wajib Kamu Coba!
BACA JUGA:New performa Mitsubishi GLX 4x4 MT, Sang Petarung Tangguh di Segala Medan yang Siap Menantang Alam
2. Budaya Populer + Transparansi Anggaran
Dalam video, Hoho memaparkan penggunaan Dana Desa:
- 20% dialokasikan untuk ketahanan pangan (ayam & lele),
- 10% untuk BLT DD,
- Sisanya untuk penanganan stunting, pembangunan kolam renang, dan desa wisata.
Gaya komunikasinya yang blak-blakan—“Assalamualaikum besti-bestiku”—dipadu dengan tato penuh di tangan dan leher, membuatnya viral sekaligus jadi simbol keterbukaan dalam pengelolaan dana publik.
BACA JUGA:Polytron G3 EV 2026: Mobil Listrik Lokal yang Bikin Kamu Bangga Jadi Orang Indonesia!
BACA JUGA:Alexandre Christie AC 6141, Jam Tangan Maskulin yang Menyatukan Gaya, Teknologi, dan Ketangguhan
3. Dari Kontraktor Jadi Dermawan Desa
Terpilih sebagai kades sejak 2019, Hoho berasal dari keluarga pejabat—ayahnya, Siswoyo Siswo Harsono, pernah menjabat kades dan anggota DPRD.
Ia sendiri sebelum mejabat jelang sebagai kontraktor dan penyedia alat berat.
Kini, ia dikenal ringan memberi dari kantong sendiri: menghibahkan mobil pribadi sebagai kendaraan desa, memperbaiki jalan sepanjang 800 meter, bahkan mendanai ambulans desa tanpa melibatkan dana desa.
