Banyuasin Kebut Infrastruktur, Groundbreaking Akses TPI Sungsang Jadi Pemicu Bangkitnya Ekonomi Pesisir
Akses TPI Sungsang resmi dibangun, membuka babak baru konektivitas Banyuasin dan memperkuat jalur strategis menuju Pelabuhan Tanjung Carat. Foto:Ist--
SUMATERAEKSPRES.ID – Upaya memperkuat konektivitas kawasan timur Sumatera Selatan memasuki fase penting dengan dimulainya groundbreaking pembangunan jalan akses Simpang Tanjung Api-Api menuju Simpang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sungsang, Minggu (23/11/2025).
Peresmian awal pembangunan ini dihadiri langsung Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, serta jajaran kementerian terkait dari pemerintah pusat.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa proyek pembangunan akses jalan tersebut merupakan bagian strategis dari rencana besar pengembangan Pelabuhan Internasional Tanjung Carat.
BACA JUGA:Slot Lomba Mancing Sumeks Tinggal Sedikit
BACA JUGA:Kebiasaan Unik Tim, Nyanyi Bareng-Kunyah Permen Karet
Sejak beberapa dekade lalu, kawasan Tanjung Api-Api telah menjadi fokus pembangunan nasional, dan kini upaya itu kembali dipertegas melalui peningkatan konektivitas wilayah.
Herman Deru juga menyampaikan apresiasinya terhadap para pemimpin dan perintis pembangunan sebelumnya yang telah membuka jalan bagi kemajuan kawasan pelabuhan.
Menurutnya, pembangunan Tanjung Carat adalah proyek lintas generasi yang memerlukan kesinambungan dan komitmen kuat agar tidak terhenti di tengah jalan.
“Spirit kawasan ini sangat luar biasa. Pembangunan pelabuhan bukan hanya pekerjaan satu pemerintahan, tetapi kerja besar yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
BACA JUGA:PGK Sumsel Peduli, Salurkan Bantuan untuk Keluarga Korban Rumah Roboh di Tangga Buntung
BACA JUGA:Antre sejak Pagi demi Rp900 Ribu, Kantor Pos Mulai Salurkan BLTS Kesra
Ia turut menyinggung relokasi Pelabuhan Tangga Buntung pada 2014 sebagai bukti nyata keseriusan Sumsel dalam memperkuat sektor transportasi laut.
Gubernur menilai, dengan pertumbuhan ekonomi Sumsel yang telah menyentuh angka di atas 5 persen tanpa keberadaan pelabuhan internasional, potensi peningkatan ekonomi daerah akan jauh lebih besar jika Pelabuhan Tanjung Carat mulai beroperasi.
Sektor ekspor—khususnya perkebunan yang menjadi kekuatan utama daerah—diproyeksikan melesat seiring membaiknya akses logistik.
