Teh Poci Manis hingga Sambo
-FOTO: EVAN ZUMARLI/SUMEKS-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Untuk Kategori Puskesmas, ada enam inovasi juga yang dipaparkan pada penjurian di Kantor Bappeda Litbang Kota Palembang, Jumat (21/11).
Ada inovasi Teh Poci Manis (Temukan HIV/AIDS Populasi Kunci dan Hapus Stigma Diskriminasi) dari Puskesmas Basuki Rahmat. Lalu, inovasi Koling Mas Dewa (Konseling Masalah Kesehatan Jiwa) dari Puskesmas Makrayu.
BACA JUGA:Angkat Budidaya Mangrove, Lele hingga Portal RT
BACA JUGA:Angkat Inovasi Pertanian, Pangan Hingga Platform Digial
Inovator dari Puskesmas Makrayu Palembang sekaligus dokter fungsional, dr Ayu Septian Fatriani mengatakan, inovasi Koling Mas Dewa merupakan pendekatan dalam bentuk konseling masalah kesehatan jiwa yang dilakukan di dalam dan luar gedung. Dengan mendatangkan psikolog yang sudah memiliki MoU dengan Puskesmas Makrayu.
“Konseling yang dilakukan dapat via online maupun offline," ujarnya saat paparan. Ada juga pelatihan oleh tenaga psikolog kepada siswa untuk menjadi duta kesehatan jiwa di sekolah.
"Kami menyediakan ruang konseling yang nyaman, dilengkapi dengan fasilitas pendukung. Juga tenaga medis atau konselor yang terlatih dan berkompeten dalam bidang kesehatan jiwa," tuturnya.
Ada pula inovasi Mr Pijay Smart ILP (Medical Record Pelayanan Integrasi Jaringan dan Jejaring Layanan Skrining Manajemen Risiko Terpadu Integrasi Layanan Primer) dari Puskesmas Multiwahana.
Inovasi Mr Pijay Smart ILP ini berbasis Google Sheet.
"Transformasi sistem pencatatan manual menjadi elektronik, terintegrasi dengan jaringan dan jejaring puskesmas.
Data pelayanan skrining kesehatan di puskesmas secara real time," ujar inovator dari Puskesmas Multiwahana, dr Pietra Jaya bersama dr Hj Dian Hayati MKM SpKKLP.
Inovasi ini bertujuan sebagai panduan skrining, pencatatan (perekaman), sistem integrasi, monitoring pelayanan, dan penyedia data real-time.
Keunggulan dari inovasi ini, otomatisasi skrining, peningkatan efisiensi, pengelolaan data terintegrasi, bisa menggunakan paperless, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
"Kita akan lakukan koordinasi dengan jejaring puskesmas terkait interaksi layanan," tandasnya.
