Lomba Mural dan Grafiti Wali Kota Palembang 2025: 60 Peserta Ramaikan Ruang Publik
LOMBA MURAL DAN GRAFITI Seorang peserta sedang membuat mural dan grafiti di tembok samping Lapas Wanita Palembang. (Kanan) Wali Kota Palembang membuka lomba dengan goresan pertama pada sketsa salah seorang peserta. -FOTO:BUDIMAN/SUMEKS/IST-
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Salah seorang pelukis mural dan Grafiti Adriansyah dengan brand Yan Wong Komik mengikuti Lomba Mural dan Grafiti Wali Kota Palembang 2025.
Dia pun berbagi cerita di sela membuat grafiti di tembok samping Lapas Wanita di Jl Faqih Jalaludin, Sabtu, (6/9).
BACA JUGA:Beguyur Bae: Karya Wong Komik Ramaikan Lomba Mural dan Grafiti Palembang
BACA JUGA:Kampung Kreasi Bikin Mural hingga Olah Sampah, Kecamatan Ilir Barat 1
Lomba Mural dan Grafiti ini diselenggarakan Pemkot Palembang 6-7 September 2025. Diikuti 60 peserta. Tersebar pada empat titik.
Selain di Samping Lapas Wanita, ada juga di Simpang Charitas (eks gedung Sari Bundo), simpang lima DPRD Sumsel dan di dinding sebelah Kantor KONI Sumsel Jl Jenderal Sudirman Palembang.
Adriansyah mengatakan, dia sudah melukis mural dan grafiti sejak masih kecil. Tapi serius sejak 2016. Sudah banyak dia menerima orderan melukis murah di perkantoran maupun tempat usaha. Baik di Kota Palembang maupun luar kota.
Dia mengapresiasi Lomba Mural dan Grafiti yang dilaksanakan Pemkot Palembang. Andriansyah mengangkat tema lukisan 'Beguyur Bae'.
Tema ini diaplikasikan dalam gambar Ratu Sinuhun, Wali Kota Palembang dan pengantin wanita Palembang dengan tulisan Beguyur Bae.
Yan bersama tiga rekannya mengangkat tema ini untuk menggambarkan perjuangan Ratu Sinuhun dalam mengangkat harkat dan martabat wanita. Lalu, berharap Ratu Sinuhun bisa ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional dari Kota Palembang.
“Sedangkan lukisan grafiti Wali Kota Palembang, kami ingin Pak Ratu Dewa mampu membuat keputusan yang bijaksana dan pasti terutama untuk kepentingan masyarakat,” bebernya.
Sedangkan untuk pengantin wanita Palembang, menggambarkan indahnya budaya Kota Palembang yang harus dilestarikan dan dipertahankan.
Angga, rekan Andriansyah menambahkan media yang mereka buat lukis grafiti dan mural berupa pagar tembok dengan luas 6x2,5 meter persegi.
“Untuk bahan baku catnya kami menggunakan cat acrylic, cat semprot dan pernis. Semuanya disiapkan panitia lomba,” jelas dia.
