Ikut Uji Kompetensi Pengisian Jabatan, Ini Yang Dilakukan PNS Kanwil Kemenag Sumsel
UJI KOMPETENSI: Peserta uji kompetensi Pemetaan dan Pengisian Jabatan Manajerial dan Non-Manajerial di lingkungan Kanwil Kemenag Sumsel di Aulan MAN 3 Palembang akhir pekan lalu. -Foto : kris samiaji/sumeks -
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Sebanyak 127 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumsel mengikuti Uji Kompetensi Pemetaan dan Pengisian Jabatan Manajerial dan Non Manajerial. Kegiatan digelar 20-26 Juni 2025 di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumsel Dr H Syafitri Irwan MPdI diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, H Taufiq.
Taufiq menjelaskan bahwa penilaian kompetensi merupakan proses penting untuk memetakan dan mencocokkan antara kompetensi yang dimiliki oleh PNS dengan kebutuhan jabatan yang ada, melalui metode assessment center.
"Penilaian ini bukan menentukan lulus atau tidak, akan tetapi lebih pada kategori layak, tidak layak, sesuai, atau perlu perbaikan," sebutnya.
Menurut Taufiq hasilnya akan sangat membantu pimpinan dalam menempatkan pegawai pada posisi yang tepat. Disampaikannya pula jika penilaian ini mencakup dua aspek kompetensi, yakni Kompetensi Manajerial mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap/perilaku dalam memimpin dan mengelola organisasi.
BACA JUGA:127 PNS Ikuti Uji Kompetensi Kemenag Sumsel Demi SDM Unggul dan Penempatan Jabatan Tepat
BACA JUGA:PKUB Kemenag RI Gelar Dialog soal Rencana Pembangunan Rumah Ibadah di Dua Daerah yang ada di Sumsel
Lalu ada pula kompetensi sosio kultural yang berkaitan dengan kemampuan berinteraksi dalam masyarakat yang majemuk dari sisi agama, suku, budaya, serta pemahaman terhadap etika, nilai-nilai moral, dan wawasan kebangsaan.
Sebelumnya Ketua Tim Kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kanwil Kemenag Sumsel, H Zaki Baridwan menyampaikan dari total 127 peserta yang ikut dalam uji kompetensi kali inu terdiri dari 25 orang pejabat struktural, 82 orang pejabat fungsional, dan 20 orang pelaksana.
“Penilaian dilakukan oleh Tim Asesor SDM dari Unit Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kemenag RI yang diketuai oleh Pieter Reynold Mochliat,” jelas Zaki.
Harapan kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk menciptakan tata kelola SDM yang lebih profesional, kompeten, dan tepat sasaran di lingkungan Kemenag Sumsel.
