Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Lima BUMD Sumsel Kategori Tidak Sehat

Basyaruddin Akhmad-foto: ist-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Lima dari sebelas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan Sumsel) masuk kategori tidak sehat. Kelima BUMD itu, yakni PT Jakabaring Sport City (JSC), PT PT Swarnadwipa Sumsel, PT Sriwijaya Mandiri Sumsel, Sriwijaya Agro Industri, dan Sriwijaya Investasi. 

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sumsel, Basyaruddin Akhmad, mengatakan, kategori BUMD tidak sehat ini tidak bisa digeneralisir penyebabnya. Seperti PT Jakabaring Sport City (JSC) itu terjadi karena nilai aset yang dimiliki perseroan terlalu besar, sehingga penerimaan penghasilan tidak mampu menutupi cash flow. 

“Jadi tidak bisa kita generalisir. Ada kondisi tertentu karena cash flow-nya tidak masuk, karena waktu penyertaan modal, aset Jakabaring terlalu besar,” terangnya lagi. Begitu juga yang terjadi pada BUMD PT Swarnadwipa Sumsel, kata dia, aset hotel terlalu besar sehingga cash flow tidak tertutupi dan terdapat depresiasi dan amortisasi. 

Dia mengaku masih akan melakukan evaluasi dan menunggu penyampaian rencana bisnis (bussines plan) dari masing-masing BUMD. Namun langkah yang mungkin dilakukan untuk penyehatan kembali BUMD yakni melalui suntikan modal. “Kami susun dengan Pak Gubrnur langkah-langkah yang akan diambil. Mereka (BUMD) sebentar lagi juga akan menyampaikan lapran keuangan dan plan bisnis, baru kita lihat lagi,” jelasnya. 

BACA JUGA:Polres Muba Selidiki Dugaan Korupsi BUMD yang Merugikan Negara Hingga Rp 7,9 Miliar

BACA JUGA:Diskusi Hari Anti Korupsi Sedunia Mendorong Tata Kelola BUMD yang Sehat dan Taat Hukum di Palembang

Sementara itu, enam BUMD yang dalam kondisi sehat telah menyetorkan dividen ke kas daerah mencapai Rp96,6 miliar per Desember 2024, atau melebihi sasaran yang ditetapkan sebesar Rp91,3 miliar. “Hal ini menunjukkan kontribusi BUMD sudah mencapai target pendapatan daerah,” tukasnya. Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan masih akan melakukan evaluasi dan melihat lebih lanjut kondisi masing-masing BUMD. “Ini yang mau kita evaluasi, kita lihat dulu kinerjanya seperti apa,” pungkasnya. 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan