Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Rasakan Puasa Lebih dari 20 Jam, Kangen Palembang

Hening Atmaningtyas, WNI asal Palembang bermain ski saat musim dingin di Norwegia. Ia juga mengalami puasa sampai lebih dari 20 jam.-foto: ist-

Kisah Ramadan WNI Asal Palembang, Hening Atmaningtyas di Eropa Utara  

SUMATERAEKSPRES.ID - Perbedaan musim, budaya dan masuk golongan minoritas. Tentu banyak tantangan yang harus dihadapi seorang warga negara Indonesia (WNI) yang beragama muslim saat bulan Ramadan.

Salah satunya, Kisah Ramadan WNI Asal Palembang, Hening Atmaningtyas yang kini menetap di Eropa Utara, tepatnya di Norwegia. Tahun ini adalah tahun ke 10 bagi Hening menjalankan Ramadan di negeri orang.

Banyak cerita yang dialaminya, salah satunya merasakan puasa sampai lebih dari 20 jam saat musim panas. Hening mengungkapkan, di Norwegia  sudah masuk tahun ke-7, tapi sebelumnya sudah tinggal di dua negara lain, Belgia dan Denmark. 

"Jadi total tingga di Eropa sudah 10 tahunan," ungkapnya. 

Wanita yang tengah berkarier sebagai visual designer di salah satu consulting company di Oslo ini, mengatakan, dia tidak merasa berat ibadah puasa di negeri orang dalam waktu lama. Yang jadi tantangan, adalah lokasi masjid di Norwegia yang cukup jauh.

BACA JUGA:Buka Puasa Bareng Moratelindo: Pelanggan Ungkap Manfaat Layanan Internet Cepat dan Stabil!

BACA JUGA:Joncik Muhammad Hadiri Buka Puasa PKS di Lintang Kanan, Perkuat Dukungan Jelang PSU 2025

"Jadinya saya tidak pernah tarawih lagi di masjid dan lebih  memilih di rumah saja. Atau kalau lagi ada perkumpulan orang Indonesia yang  buka bersama, biasanya sekalian tarawih berjemaah. Jadi ikutnya di situ," jelasnya.

Tinggal di negeri orang, menurutnya, justru lebih meningkatkan keimanan sebagai seorang muslim, walaupun di negara minoritas. Dia tidak tidak terlalu terpengaruh lingkungan yang makan minum dengan bebas. 

"Ibadah benar-benar karena niat karena Allah SWT," katanya.

Menurut Hening, Ramadan akan terasa benar-benar berbeda di Eropa Utara saat tengah berlangsung di musim panas di Juni dan Juli pada 2018 dan 2019. "Ketika musim panas waktu matahari terbenam akan lebih lama, dan terbit lebih cepat sehingga puasa akan lebih panjang dan waktu untuk Sahur, dan ibadah seperti tarawih benar-benar pendek," ujarnya.

Saat musim panas, waktu berbuka puasa (terbenam matahari) atau magrib akan terjadi pada pukul 22.00 bahkan pernah 23.00 waktu setempat, sementara waktu berakhirnya sahur atau mulai masuk imsak di pukul 01.00-02.00 pagi dinihari waktu setempat.

BACA JUGA:Hari Ke-12 Ramadhan: Cek Jadwal Berbuka Puasa di Palembang, Magrib Jatuh Pukul 18:18 WIB

BACA JUGA:Pengurus Perwakilan YPLP PGRI Sumsel Buka Puasa Bersama Kepsek SMP, SMA/SMK PGRI se Kota Palembang

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan