Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

Menuju Palembang Cerdas, Palembang Sehat, Semua Sekolah Rusak Harus Tuntas

TINJAU RUANG KELAS: Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, meninjau ruang kelas SDN 158 Palembang yang butuh perbaikan. Dari 13 ruang kelas yang tersedia, ada 3 ruang kelas yang rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi di sekolah ini. -foto: kris/sumeks-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Pada tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan memprioritaskan pembangunan dan rehab SD Negeri dan SMP negeri, kategori rusak berat dan rusak ringan yang mencapai 35 persen dari total sekolah yang ada. Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa, mengatakan, setelah kunjungan 2 SD ini dirinya memerintahkan kepala dinas terkait untuk memperbaiki sekolah rusak dan membersihkan sampah berikut pengelolaannya. 

Di SD Negeri 158 Palembang yang telah berdiri 45 tahun, Ratu Dewa melihat kondisinya cukup memprihatinkan. Bangunan beberapa bagian mengalami kerusakan parah seperti ruang kelas rusak, ruang perpustakaan, ruang guru, dan kepala sekolah. Dia juga menyoroti lingkungan sekolah yang tidak refresentatif untuk keberlangsungan pembelajaran siswa, seperti tumpukan semak belukar, tidak ada drainase, WC rusak. 

Di era kepemimpinan barunya ini, Ratu Dewa memastikan akan menuntaskan perbaikan sekolah rusak. Berdasarkan data, dari jumlah 249 SD Negeri, yang rusak ada 35 persen, dan dari 61 SMP Negeri ada 30 persen yang rusak. “Setelah meninjau SDN 158, saya kira sudah tidak layak huni. Saya minta Dinas Pendidikan segera melakukan renovasi karena melihat kondisinya dikhawatirkan membahayakan para siswa dan guru,” katanya didampingi Kepala Disdik Kota Palembang, Adrianus Amri, saat kunjungan. 

Diakuinya, bangunan sekolah akan dibangun ulang. Pihaknya akan mempercepat proses pengadaan yang diawali dengan penyelesaian aset  "Khusus SDN 158 Palembang, nanti kita buat kebun mini dan sarana prasarana yang ada di sekitar sekolah biar anak-anaknya nyaman, enak tanpa takut ada ular, terus ada macam-macamlah," ujarnya. 

BACA JUGA:Forum Konsultasi Publik, Bupati dan Wakil Bupati Lahat Bahas Prioritas Pembangunan Daerah

BACA JUGA:Luncurkan Program Desa BRILiaN 2025, BRI Dukung Asta Cita, Pembangunan dari Pedesaan

Dia juga meminta segera merealisasikan proses pengadaan pembangunan sarana prasarana sekolah di Kota Palembang. "Di awali dulu, pertama soal asset. Aset itu bisa berupa tanah harus clear betul termasuk aset umpamanya bangku sekolah, wirelessnya yang tidak layak lagi semua kita hapuskan sesuai aturan dan undang-undang," bebernya. 

Setelah proses pengadaan selesai, Disdik segera membangunnya. "Insyaallah dibangun tahun ini juga," bebernya seraya menyebut selama periode kepemimpinannya semua sekolah yang rusak akan tuntas dibangun. Ruang kelas lama yang dianggap tidak layak lagi untuk belajar mengajar sudah dikosongkan dan para siswa dipindahkan ke kelas-kelas yang lain.

Ia mengatakan sumber pendanaan perbaikan sekolah dari APBD dan APBN. Total ada 20 persen APBD Kota Palembang ke sektor pendidikan atau lebih dari Rp1 triliun setiap tahun. Dirinya menargetkan dalam waktu tiga tahun infrastruktur untuk sekolah rampung dikerjakan. 

"Kita targetkan semua infrastruktur sekolah yang ada di Palembang dalam kondisi baik. Insyaallah dalam waktu tiga tahun semua ini bisa kita realisasikan,” tuturnya.  

"Pokoknya di periode saya ini semuanya clear karena prioritas kita Palembang Cerdas, Palembang Sehat," ungkapnya. Kondisi SDN 143, Kecamatan Gandus Palembang juga miris. Terdapat banyak sarana prasarana memprihatinkan dan sangat tidak layak, baik atap plafon, lapangan, toilet, dan lainnya. "Sangat-sangat tidak layak," kata Ratu Dewa saat meninjau lokasi sekolah tersebut 

BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Pembangunan Eks Kantor Bupati OKI sebagai Kantor Kejari OKI Dibekukan

BACA JUGA:Pidato Perdana Bupati dan Wakil Bupati Lahat, Fokus pada Peningkatan Ekonomi dan Pembangunan SDM

Kondisi gedung sekolah juga patut diganti, parit lingkungannya mampet. “Saya meminta dinas terkait, yakni PUPR membenahi aliran paritnya karena ini bisa menjadi bibit-bibit penyakit bagi anak-anak," bebernya. Ratu Dewa juga mengungkapkan kesedihan terkait kondisi toilet para siswa yang sangat tidak layak dan kotor. Tadi pintunya juga hampir roboh, belum lagi sampah yang cukup banyak. "Ketika saya kembali ke sini, saya minta semua clear," tegasnya. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan