Demand Berlebihan tak Diimbangi Produksi
BELI BAHAN POKOK : Konsumen sedang membeli kebutuhan bahan pokok untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2025. Naiknya harga barang, termasuk sembako tanpa pengendalian yang efektif akan menurunkan daya beli konsumen dan mempengaruhi laju perekonomian. Foto : BUD--
SUMATERAEKSPRES.ID - KENAIKAN harga sembako menjelang Hari Raya dan Hari Besar seperti Tahun Baru Imlek, Lebaran, Natal, Tahun Baru, atau perayaan keagamaan lainnya memang sulit dihindari.
Pengamat Ekonomi Sumsel sekaligus Dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri), Dr Suhel SE MSi mengatakan kenaikan harga ini harus menjadi perhatian utama, baik bagi konsumen maupun pemerintah karena mempengaruhi daya beli masyarakat dan kestabilan ekonomi secara keseluruhan.
BACA JUGA:Usung Keberuntungan dan Kebersamaan, Hotel Santika Lahat Rayakan Imlek
BACA JUGA:Ketidakpastian Pasar Global dan Divergensi Pertumbuhan Ekonomi Dunia pada 2024
Dijelaskan, penyebab kenaikan harga sembako karena permintaan meningkat menjelang hari raya, terutama bahan makanan yang dibutuhkan seperti daging, beras, gula, minyak goreng, tepung, dan sayuran akan meningkat tajam harganya.
"Hal ini disebabkan tradisi masyarakat yang memperbanyak konsumsi makanan untuk kebutuhan perayaan dan silaturahmi.
Kenaikan permintaan yang pesat ini sering kali melebihi kapasitas produksi dan distribusi yang ada, sehingga harga sembako naik," terangnya.
Selain itu, sambung dia, biaya distribusi meningkat, permintaan yang tinggi, faktor distribusi juga berperan dalam kenaikan harga sembako.
Biasanya selama periode menjelang hari raya, biaya transportasi naik lantaran volume pengiriman barang yang lebih besar, serta keterbatasan jumlah armada transportasi.
"Hal ini mengarah pada peningkatan biaya distribusi yang kemudian mempengaruhi harga barang di pasar," sambungnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, fluktuasi harga bahan baku, kenaikan harga bahan baku seperti bahan pangan impor dan hasil pertanian yang dipengaruhi cuaca ekstrem atau bencana alam memengaruhi harga sembako.
Misalnya harga komoditas seperti cabai, bawang, atau beras dapat melonjak tajam jika terjadi kekurangan pasokan akibat kondisi cuaca yang buruk atau panen yang gagal.
"Spekulasi dan praktik perdagangan yang tidak sehat juga. Beberapa pedagang atau tengkulak mungkin memanfaatkan momentum menjelang hari raya untuk menaikkan harga barang secara tidak wajar.
Praktik penimbunan atau penggelembungan harga yang dilakukan segelintir pihak ini turut berperan dalam kenaikan harga sembako," terangnya.
