Herman Deru Lantik LPTQ–FU3SS, Generasi Muda Diajak Berantas Buta Aksara Al-Qur’an
Gerakan Besar Berantas Buta Aksara Al-Qur’an! Herman Deru Lantik LPTQ dan FU3SS, Ajak Generasi Muda Bangkit Berprestasi. Foto:Kris Samiaji/Sumateraekspres.id--
SUMATERAEKSPRES.ID - Pelantikan pengurus baru Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sumatera Selatan dan Forum Ukhuwah Ulama Umaro Provinsi Sumsel (FU3SS) periode 2025–2029 menjadi momentum penting bagi penguatan literasi Al-Qur’an di Bumi Sriwijaya.
Di tengah suasana khidmat di Griya Agung Palembang, Selasa, 3 Maret 2026, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan pesan yang sarat makna: perang terhadap buta aksara Al-Qur’an harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar slogan.
Dalam pidatonya, Herman Deru menekankan bahwa tantangan zaman menuntut langkah yang lebih konkret dan kolaboratif.
BACA JUGA:Klaim Tersisa 8 Persen Jalan Rusak di PJN I Sumsel, H-10 Idulfitri Sudah Bisa Dilalui Pemudik
BACA JUGA:Cuaca Berawan, Blood Moon atau Gerhana Bulan Total Tidak Terlihat di Palembang
Ia mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk tidak berjalan sendiri, melainkan merangkul seluruh elemen—mulai dari tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga komunitas generasi muda.
“Target kita jelas, menuntaskan buta aksara Al-Qur’an. Ini tidak bisa ditunda. Kita harus bergerak bersama, terutama mengajak Gen Z, generasi alfa, dan milenial untuk menunjukkan prestasi dalam membaca dan memahami Al-Qur’an,” tegasnya.
Bagi Deru, pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan hanya persoalan kemampuan membaca huruf hijaiyah.
Lebih dari itu, ia menyebutnya sebagai fondasi pembentukan karakter dan moral generasi muda. Peran rumah tahfiz dan pondok pesantren, menurutnya, menjadi bagian tak terpisahkan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.
BACA JUGA:Suara Ledakan Bersahutan, Takut Tertimpa Material Rudal
BACA JUGA:Safari Ramadan di Lais Menggema! Bupati Muba Ajak Warga Rawat Masjid Raya Abdul Kadim,
Ia juga menyinggung pentingnya kepemimpinan yang kredibel di tubuh LPTQ dan FU3SS. Kepercayaan publik, katanya, lahir dari kerja nyata dan program yang terukur.
Pengurus diminta tidak ragu belajar, berdiskusi, bahkan bertanya demi menghasilkan program yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
Dalam struktur kepengurusan LPTQ Sumsel periode ini, posisi Ketua Umum diemban Asisten I Setda Provinsi Sumsel.
