Mayoritas JPO Palembang Kondisinya Memprihatinkan, Ini Rencana Pemkot Palembang
KUMUH: Kondisi Jembatan Penyeberang Orang (JPO) di Jl Jenderal Sudirman persis di depan Masjid Agung SMB Jayo Wikramo yang memprihatinkan. Kumuh, banyak lumut serta mengeluarkan bau tak sedap. Foto : evan z/sumeks --
PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID - Kondisi sebagian besar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ada di Kota Palembang yang kumuh dan mengeluarkan bau tak sedap menuai sorotan dari Wali Kota Palembang, Drs H Ratu Dewa MSi.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meminta agar dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pengawasan dan penataan.
BACA JUGA:Krimsus Polda Sumsel Bongkar Penghasut Aksi Perusakan Fasilitas Publik di Palembang
BACA JUGA:Ubah Wajah Kota, Benahi Infrastruktur-Fasilitas Publik
"Jujur kita harus akui kondisi di beberapa JPO kondisinya kumuh, banyak lumut, mengeluarkan bau tak sedap hingga ada buntang (bangkai binatang,red)," ungkap Dewa, kemarin (20/1).
Dan kalau sudah diperbaiki dan ditata nantinya bisa disewakan kepada pihak ketiga. Tak hanya itu, Pemkot Palembang juga berencana untuk menambah jumlah JPO di beberapa titik lagi.
Kondisi JPO yang dinilai sangat buruk itu disampaikan Dewa usai dirinya melakukan pengecekan langsung ke beberapa JPO yang ada di ruas jalan protokol di Palembang di antaranya JPO di Jl Jenderal Sudirman, persis depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Jayo Wikramo.
"Khusus untuk JPO di depan Masjid Agung akan dibuatkan semacam anjungan. Nantinya warga bisa berswafoto di atas anjungan dengan latar belakang tiga icon Kota Palembang sekagus yakni Masjid Agung, Bundaran Air Mancur dan Jembatan Ampera," ungkapnya.
Dirinya juga meminta Dishub untuk dapat memelihara JPO sebagai bentuk pertanggungjawaban jika sudah dikelola pihak pengembang. Seperti dengan melakukan pengecatann ulang dan lumutnya dibersihkan agar tampilannya lebih menarik dan bersih.
Warga Palembang, Wira (45) mengungkapkan menggunakan JPO sebenarnya sangat dibutuhkan, apalagi kalau di jalan padat lalu lintasnya. Hanya saja memang banyak juga yang justru memilih menyeberang lewat jalan, meski ada JPO-nya.
"Memang kalau kondisi JPO-nya bersih dan bagus, sebagai pejalan kaki atau pengguna angkutan umum merasa lebih nyaman dan tidak waswas. Tapi ini kembali lagi ke kebiasaan masing-masing dan memang paham aturan. Karena banyak saya lihat, kalaupun ada JPO ketika jalan agak sepi orang lebih pilih nyeberang begitu saja," ungkapnya.
BACA JUGA:Kerap Kucing-kucingan dengan Jukir Liar, Dishub Palembang Tegaskan Hal Ini
BACA JUGA:Bandel, Truk ODOL Nekat Melintas Saat Tak Ada Petugas Dishub Palembang
Ia juga menilai kalaupun memang ada perbaikan untuk JPO ini, prioritaskan juga agar strukturnya jangan terlalu menanjak.
