Sumatera Ekspres | Baca Koran Sumeks Online | Koran Sumeks Hari ini | SUMATERAEKSPRES.ID - SUMATERAEKSPRES.ID Koran Sumeks Hari ini - Berita Terhangat - Berita Terbaru - Berita Online - Koran Sumatera Ekspres

https://sumateraekspres.bacakoran.co/

Mitsubishi baru

2.500 Pahlawan Gugur, Palembang Peringati Perang 5 Hari 5 Malam

PAWAI JEEP: Wali Kota Palembang, kemarin (3/1) ikuti konvoi Jeep dalam rangkaian peringatan Perang 5 Hari 5 Malam yang pernah terjadi di Kota Palembang.-FOTO: BUDIMAN/SUMEKS-

PALEMBANG, SUMATERAEKSPRES.ID -Peristiwa Perang 5 Hari 5 Malam yang pernah terjadi di Kota Palembang dalam merebut kemerdekaan diperingati lewat kegiatan di Lawang Borotan, kemarin (3/1).

Acara diwarnai pawai sepeda dan jeep yang diikuti Wali Kota Palembang Drs H Ratu Dewa, para pegiat seni dan kebudayaan Kota Palembang serta komunitas.

BACA JUGA:Kenakan Atribut Pejuang, Kenang Perang 5 Hari 5 Malam

BACA JUGA:Berawal dari Perang 5 Hari 5 Malam, Inilah Sejarah Berdirinya Monpera Palembang Sumatera Selatan

Dilanjutkan dengan teatrikal Perang 5 Hari 5 Malam di Lawang Borotan. Wali Kota Palembang mengapresiasi kegiatan dalam rangka mengenang perjuangan para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan dari penjajah dalam Perang 5 Hari 5 Malam.

"Perang itu menjadi catatan sejarah Kota Palembang yang patut dikenang dan diingat oleh generasi muda," katanya.

Dewa berharap peringatan ini bukan hanya sekadar formalitas, tapi bisa dimaknai bahwa perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan diraih dengan susah payah, bercucuran keringat, darah, dan air mata.

"Kita ingin ada suasana kebatinan terhadap pertempuran 5 Hari 5 Malam ini. Jadi mari kita maknai perjuangan para pahlawan.

Bayangkan bagaimana ketika pejuang mengorbankan nyawa, harta, dan keringat, sehingga kita bisa enak tinggal menikmati kemerdekaan," ujar dia.

Menurut Wali Kota, sudah saatnya negara dan pemerintah daerah hadir dan mengingat setiap perjuangan. Apalagi korban nyawa selama peperangan di Kota Palembang dalam mempertahankan kemerdekaan di Palembang tercatat sekitar 2.500 orang.

"Kami Forkopimda akan berkomitmen ke depan peringatan ini kita perbesar dan meriahkan lagi. Kepada Kadisdik, saya perintahkan agar bagaimana cerita perjuangan ini disampaikan kembali kepada anak-anak didik di Kota Palembang," imbuhnya.

Dewa menambahkan, perebutan Kota Palembang dan perang kemerdekaan tidak hanya dari kemiliteran saja, tapi juga dari sisi politik, ekonomi, dan perdagangan.

"Kami Forkopimda juga punya komitmen untuk melestarikan tempat-tempat bersejarah atau cagar budaya. Semua akan kami revitalisasi.

Paling tidak bisa mengingatkan generasi muda bagaimana mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang bernilai sejarah pejuang terdahulu," beber dia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan